Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Muncul Nama Keponakan Prabowo Bakal Jadi Gubernur BI Pengganti Perry, Purbaya Ikut Terseret

Muncul Nama Keponakan Prabowo Bakal Jadi Gubernur BI Pengganti Perry, Purbaya Ikut Terseret Kredit Foto: Cita Auliana
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatannya sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) memicu berbagai spekulasi publik.

Perry tercatat sebagai Gubernur BI pertama yang menyatakan mundur secara mendadak dengan alasan pribadi tanpa disertai alasan krusial lainnya.

Menanggapi dinamika tersebut, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Fauzi H. Amro, menyatakan pihaknya menghormati keputusan pribadi Perry Warjiyo. Ia menyebut proses selanjutnya wajib mengikuti mekanisme dan undang-undang yang berlaku.

"Kami menghormati keputusan Bapak Perry Warjiyo untuk mengundurkan diri sebagai Gubernur Bank Indonesia. Pengunduran diri tersebut merupakan hak yang bersangkutan dan tentu proses selanjutnya harus mengikuti mekanisme sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Bank Indonesia," ujar Fauzi di Jakarta, Senin (27/7/2026).

Ia menambahkan berdasarkan informasi yang diterima, Presiden Prabowo Subianto telah menerima surat pengunduran diri tersebut untuk ditindaklanjuti.

DPR RI melalui Komisi XI pun menyatakan siap menjalankan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) secara profesional apabila calon pengganti telah diusulkan.

Di tengah kosongnya kursi pimpinan tertinggi bank sentral, warganet di media sosial ramai memperbincangkan sejumlah figur kunci di lingkaran ekonomi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai berpotensi menduduki posisi Gubernur BI definitif. Dua nama yang paling santer disorot publik adalah Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dan Deputi Gubernur BI Thomas Djiwandono.

"Perry mundur ada dua skenario yang bisa terjadi, jika Presiden ga nemu ekonom yang cocok. Purbaya disuruh jadi Gubernur BI atau Ponakan Presiden jadi Gubernur BI. Siapapun yang jadi Gubernur BI harus sadar bahwa apa yang dia lakukan menstabilkan moneter akan sulit…Jika fiskal pemerintah sembrono dan proyek2 mahal serta sikap anti pasar tidak dihentikan." cuit akun @abulmuzaffar10, dikutip Senin (27/6/2026).

Nama kedua versi netizen adalah keponakan Presiden Prabowo.

"Isu menyebut Wakil Gubernur Bank Indonesia (BI) Thomas Djiwandono berpeluang menjadi Gubernur BI sehingga memicu perhatian pelaku pasar. Dinilai melompati pengalaman dan senioritas Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti. Penunjukan Thomas mungkin saja sah apabila diusulkan Presiden dan disetujui DPR. Tetapi legalitas tidak otomatis menghasilkan kredibilitas," cuit akun @sibambaang.

Menyikapi berbagai isu yang beredar, Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur BI, Destry Damayanti, mengonfirmasi bahwa seluruh jajaran Dewan Gubernur tetap patuh pada prosedur hukum yang berlaku. Kewenangan penuh untuk memilih dan mengusulkan nama calon Gubernur BI definitif kini berada di tangan Presiden Prabowo Subianto untuk kemudian diproses di DPR RI.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat