Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Xi Jinping Terus Berburu Koruptor, Elit Sektor Keuangan China Berguguran

Xi Jinping Terus Berburu Koruptor, Elit Sektor Keuangan China Berguguran Kredit Foto: Reuters/Tingshu Wang
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden China Xi Jinping terus memperluas kampanye antikorupsi di sektor keuangan. Hingga pertengahan 2026, lebih dari 400 pejabat dan eksekutif di sektor perbankan, asuransi, pasar modal, hingga regulator keuangan telah diperiksa atau dijatuhi sanksi disiplin sejak kampanye tersebut dimulai pada 2021.

Gelombang terbaru dipicu penyelidikan terhadap mantan Wakil Ketua China Securities Regulatory Commission (CSRC), Fang Xinghai, yang diduga melakukan “pelanggaran serius terhadap hukum dan disiplin”. Fang merupakan salah satu tokoh penting yang berperan membuka pasar modal China bagi investor asing.

Mengutip Bloomberg, dari pengungkapan pemerintah daerah dan Central Commission for Discipline Inspection (CCDI), lebih dari 400 pejabat sektor keuangan telah terseret kampanye antikorupsi dalam lima tahun terakhir.

Sepanjang 2026 saja, sekitar 50 pejabat dan eksekutif sektor keuangan telah diperiksa atau dikenai tindakan disiplin. Angka tersebut mencerminkan konsistensi Xi Jinping dalam memperketat pengawasan terhadap sistem keuangan China yang bernilai sekitar 556 triliun yuan, meski laju munculnya kasus baru mulai melambat.

Kasus Fang mengejutkan sejumlah pelaku industri mengingat pengaruhnya yang besar dalam modernisasi pasar modal China dan hubungannya dengan investor internasional.

“Saya hampir terjatuh dari kursi,” kata Managing Partner Wilton Partners Daniel Senger saat mengetahui penyelidikan terhadap Fang.

Senger, yang mengenal Fang sejak 2006 ketika membantu pengembangan operasi UBS Group AG di China, menilai kepergian Fang meninggalkan kekosongan karena belum terlihat sosok yang mampu melanjutkan agenda modernisasi sektor keuangan sekaligus menjadi penghubung bagi lembaga keuangan asing dalam memahami proses pengambilan kebijakan di China.

Target Bergeser dari Bankir ke Regulator

Kampanye antikorupsi yang dimulai pada 2021 awalnya menyasar para eksekutif bank milik negara, perusahaan trust, dan konglomerasi keuangan. Namun dalam beberapa tahun terakhir, fokus pemerintah bergeser kepada regulator serta pejabat yang bertanggung jawab mengawasi industri jasa keuangan.

Sebelumnya, pada Maret 2026, otoritas China juga menyelidiki mantan Wakil Menteri National Financial Regulatory Administration (NFRA), Zhou Liang.

Awal tahun ini, mantan Ketua CSRC Yi Huiman dikeluarkan dari Partai Komunis China, sementara mantan Kepala Disiplin CSRC Wang Huimin didakwa menerima suap.

Pemerintah China juga membentuk Central Financial Discipline Inspection and Supervision Work Committee untuk memperkuat pengawasan sekaligus memperbesar kendali pemerintah pusat terhadap sektor keuangan.

Menyasar Jantung Sistem Keuangan

Kasus-kasus yang muncul sepanjang tahun ini banyak melibatkan pejabat yang menangani penyaluran kredit korporasi, persetujuan pinjaman, pengelolaan aset, hingga kantor cabang bank-bank milik negara di berbagai provinsi.

Sejumlah mantan eksekutif China Development Bank dan Agricultural Development Bank of China turut masuk dalam penyelidikan. Selain itu, pejabat dari Industrial & Commercial Bank of China (ICBC), Agricultural Bank of China, Bank of China, China Construction Bank, dan Bank of Communications juga menjadi bagian dari gelombang pemeriksaan.

Langkah tersebut mencerminkan upaya Beijing menekan risiko di sektor keuangan setelah bertahun-tahun menghadapi ekspansi kredit yang agresif kepada pengembang properti dan lembaga pembiayaan pemerintah daerah.

Saat ini, industri perbankan China menghadapi perlambatan permintaan kredit, tingkat profitabilitas yang menyentuh rekor terendah, serta meningkatnya kredit bermasalah dari sektor rumah tangga.

Xi Jinping berulang kali menegaskan bahwa sektor keuangan merupakan “urat nadi” perekonomian China. Karena itu, stabilitas dan keamanan sistem keuangan diposisikan sebagai bagian dari keamanan nasional, sehingga kampanye antikorupsi diperkirakan masih akan terus berlanjut.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri

Tag Terkait: