Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kenapa UEFA Berani Ancam Boikot Piala Dunia? Ini Biang Kerok Konflik dengan FIFA

Kenapa UEFA Berani Ancam Boikot Piala Dunia? Ini Biang Kerok Konflik dengan FIFA Kredit Foto: AFP
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ancaman boikot Piala Dunia kembali mencuat setelah UEFA dikabarkan bersiap menggelar rapat darurat bersama 55 asosiasi anggotanya. Langkah tersebut menjadi respons atas rencana FIFA mengubah pengelolaan bisnis turnamen sepak bola terbesar di dunia.

UEFA disebut akan membahas berbagai opsi dalam rapat tersebut, termasuk kemungkinan memboikot Piala Dunia apabila FIFA tetap menjalankan proposal pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE).

Melalui badan baru tersebut, FIFA berencana mengelola sejumlah aset komersial utama, termasuk hak bisnis Piala Dunia putra dan putri. FIFA juga membuka peluang bagi investor eksternal untuk memiliki sebagian saham perusahaan tersebut.

Rencana itu membuat UEFA geram karena menilai FIFA telah melangkah terlalu jauh dalam mengomersialisasikan sepak bola. Bagi UEFA, Piala Dunia bukan sekadar aset bisnis yang dapat diperjualbelikan kepada pihak luar.

"Rencana ini telah melewati batas yang seharusnya tidak pernah dilanggar oleh institusi yang mengelola sepakbola," tulis UEFA dalam pernyataan resminya.

UEFA juga mempertanyakan transparansi dari rencana tersebut, terutama terkait pihak yang nantinya mendapatkan keuntungan dari penjualan saham Piala Dunia.

"Tak seorang pun dari kita adalah pemilik sepak bola. Sepak bola bukan milik FIFA untuk dijual," tegas UEFA.

Di sisi lain, FIFA menilai langkah pembentukan FFE merupakan upaya untuk mengembangkan sepak bola secara global. Presiden FIFA Gianni Infantino sebelumnya menjelaskan bahwa peningkatan nilai komersial sepak bola dapat membantu pendanaan berbagai program pengembangan olahraga.

Dalam skema tersebut, FIFA tetap menjadi pemegang kendali utama karena investor hanya akan memiliki saham minoritas. Valuasi FIFA Forward Enterprise disebut mencapai 20 miliar dolar AS, dengan sekitar 20 persen saham berpotensi dilepas kepada investor eksternal.

Baca Juga: UEFA Murka! Rencana FIFA Jual Saham Piala Dunia Rp362 Triliun Disebut Ancam Masa Depan Sepak Bola

Artinya, FIFA berpeluang mendapatkan dana sekitar 4 miliar dolar AS dari langkah tersebut. Dana itu nantinya disebut akan digunakan untuk mendukung program sepak bola di berbagai negara anggota.

Namun, bagi UEFA, persoalannya bukan hanya soal uang. Organisasi sepak bola Eropa itu melihat rencana tersebut sebagai ancaman terhadap tata kelola sepak bola internasional karena adanya pihak swasta yang ikut memiliki kepentingan dalam kompetisi global.

Konflik antara FIFA dan UEFA sebenarnya bukan hal baru. Pada 2021, kedua organisasi tersebut juga bersitegang ketika FIFA mengusulkan agar Piala Dunia digelar setiap dua tahun sekali.

Saat itu, UEFA bersama sejumlah asosiasi Eropa menolak keras rencana tersebut karena dianggap dapat mengganggu kalender kompetisi dan menurunkan nilai turnamen.

Ancaman boikot akhirnya menjadi salah satu faktor yang membuat wacana Piala Dunia dua tahunan tidak berlanjut. Kini, ketegangan kembali muncul dengan isu berbeda, yakni soal masa depan bisnis Piala Dunia.

Hingga saat ini belum ada keputusan final mengenai kemungkinan boikot. UEFA masih akan membahas sikap bersama para anggotanya, sementara FIFA juga belum mengesahkan rencana pembentukan FIFA Forward Enterprise.

Jika konflik ini terus berlanjut, perseteruan FIFA dan UEFA berpotensi menjadi salah satu pertarungan terbesar dalam sejarah tata kelola sepak bola dunia.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama