Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Indeks Kepercayaan Industri Naik ke 53,10, Manufaktur Indonesia Makin Ekspansif pada Juli 2026

Indeks Kepercayaan Industri Naik ke 53,10, Manufaktur Indonesia Makin Ekspansif pada Juli 2026 Kredit Foto: Kemenperin

Berdasarkan hasil pemantauan terhadap 23 subsektor industri pengolahan nonmigas, subsektor dengan performa terbaik pada Juli berasal dari industri kendaraan bermotor, trailer dan semi trailer serta industri minuman.

Sementara itu, industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki menjadi satu-satunya subsektor yang masih berada dalam fase kontraksi. Kondisi tersebut dipengaruhi melemahnya permintaan ekspor serta meningkatnya biaya logistik internasional.

"Kondisi tersebut mencerminkan masih adanya penumpukan stok produk jadi pada sebagian industri, sehingga perlu terus diantisipasi melalui penguatan permintaan, baik dari pasar domestik maupun ekspor," tuturnya.

Survei Kemenperin juga menunjukkan mayoritas pelaku industri masih memandang kondisi usahanya cukup positif. Sebanyak 77,9 persen responden menyatakan kegiatan usahanya membaik atau tetap stabil, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya.

Di sisi lain, tingkat pesimisme terhadap kondisi enam bulan mendatang turun menjadi 7 persen, meski tingkat optimisme juga sedikit terkoreksi menjadi 67,8 persen.

Baca Juga: Industri Mesin hingga Makanan Jadi Penopang Ekspansi Manufaktur pada kuartal II 2026

"Ini menunjukkan bahwa dunia usaha masih memiliki keyakinan terhadap prospek industri nasional, namun tetap mencermati berbagai perkembangan ekonomi global secara hati-hati," kata Febri.

Menurutnya, sektor manufaktur masih dibayangi sejumlah tantangan, seperti perlambatan permintaan ekspor, meningkatnya biaya logistik akibat ketegangan geopolitik, hingga derasnya produk impor pada beberapa subsektor.

Untuk menjaga daya saing industri nasional, pemerintah terus mendorong berbagai kebijakan strategis, mulai dari percepatan implementasi Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT), penguatan penggunaan produk dalam negeri melalui kebijakan TKDN, pengendalian impor, percepatan industrialisasi, hingga peningkatan investasi manufaktur berbasis teknologi tinggi agar Indonesia semakin terintegrasi dalam rantai pasok global.

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Fajar Sulaiman