Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Jawaban Pihak Malaysia Airlines Soal Pilotnya Selundupkan 70 Ribu Butir Ekstasi

Jawaban Pihak Malaysia Airlines Soal Pilotnya Selundupkan 70 Ribu Butir Ekstasi Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Seorang pilot maskapai Malaysia Airlines ditangkap aparat Indonesia atas dugaan menyelundupkan puluhan kilogram narkotika jenis ekstasi melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang.

Pilot berkewarganegaraan Malaysia itu diduga membawa 70.114 butir ekstasi dengan berat bruto mencapai 26 kilogram.

Penangkapan dilakukan dalam operasi gabungan Bea Cukai Soekarno-Hatta dan Bareskrim Polri yang membongkar jaringan narkotika internasional yang diduga melibatkan awak pesawat asing.

Kepala Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea Cukai Soekarno-Hatta, Hengky Tomuan Parlindungan Aritonga, mengatakan pilot tersebut menerbangkan pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH727 dari Kuala Lumpur menuju Jakarta.

"Pilot dari maskapai penerbangan asing itu menerbangkan pesawat dari Kuala Lumpur ke Soekarno-Hatta. Setelah pesawat mendarat, kami melakukan pemeriksaan terhadap koper bagasinya dan menemukan hal yang mencurigakan," kata Hengky dalam konferensi pers di Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta, Jumat (31/7/2026).

Dari hasil pemeriksaan awal, petugas menemukan 14 bungkus pil ekstasi di dalam koper milik tersangka. Setelah dilakukan pengembangan, jumlah barang bukti yang diamankan mencapai 70.114 butir ekstasi dengan berat netto lebih dari 25 kilogram.

Menurut Hengky, pelaku diduga menerima bayaran sebesar 50 ribu ringgit Malaysia atau sekitar Rp220 juta untuk menjalankan aksinya.

Ia menjelaskan, sindikat memanfaatkan jalur khusus yang diberikan kepada awak pesawat internasional untuk menyelundupkan narkotika. Jalur tersebut memungkinkan kru penerbangan mendapatkan perlakuan berbeda dibandingkan penumpang biasa.

"Di label bagasi terdapat penanda khusus untuk kru. Saat check-in di Kuala Lumpur, jalurnya memang berbeda dengan penumpang umum," ujar Hengky.

Sementara itu, Malaysia Airlines menyatakan akan bersikap kooperatif dengan otoritas Indonesia dalam proses penyelidikan yang sedang berlangsung.

Dalam pernyataannya kepada kantor berita Bernama, maskapai nasional Malaysia tersebut menyebut pihaknya menanggapi serius tuduhan yang melibatkan salah satu pilotnya, tetapi belum dapat memberikan komentar lebih lanjut karena kasus masih ditangani aparat penegak hukum Indonesia.

"Malaysia Airlines menegaskan kembali bahwa pihaknya tidak mentolerir segala bentuk pelanggaran dan saat ini sedang melakukan peninjauan internal atas masalah tersebut," demikian pernyataan maskapai, seperti dikutip dari media Malaysia, Jumat (31/7/2026).

Malaysia Airlines juga menegaskan bahwa keselamatan, keamanan, dan integritas operasional perusahaan tetap menjadi prioritas utama.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat

Tag Terkait: