Kredit Foto: Ist
tersebut menunjukkan perubahan peta kekayaan konglomerat Indonesia, dengan Low Tuck Kwong kembali menempati posisi sebagai orang terkaya di Indonesia.
Pendiri Bayan Resources itu memiliki estimasi kekayaan US$16,7 miliar, menempatkannya di peringkat ke-168 dunia. Posisi tersebut mengungguli pendiri Barito Pacific Prajogo Pangestu yang memiliki kekayaan US$16,1 miliar di peringkat 178 dunia, serta pemilik Grup Djarum dan PT Bank Central Asia Tbk (BCA), R. Budi Hartono, dengan kekayaan US$15,7 miliar di posisi 183 dunia.
Posisi keempat ditempati pemilik Salim Group Anthoni Salim dengan kekayaan US$10,6 miliar, disusul Tahir dan keluarga yang memiliki kekayaan US$8,8 miliar.
Di sektor petrokimia, pendiri Indorama Corporation Sri Prakash Lohia berada di posisi keenam dengan estimasi kekayaan US$8,3 miliar.
Sementara itu, sektor pusat data (data center) terus memperlihatkan dominasinya melalui dua nama besar, yakni pendiri DCI Indonesia Otto Toto Sugiri dengan kekayaan US$7,4 miliar, serta Presiden Komisaris DCI Indonesia Marina Budiman yang memiliki kekayaan US$5,3 miliar.
Adapun tiga posisi terakhir dalam daftar ditempati Lim Hariyanto Wijaya Sarwono dengan kekayaan US$4,5 miliar, Theodore Rachmat sebesar US$4,3 miliar, dan Sukanto Tanoto dengan kekayaan US$4,1 miliar.
Daftar 10 Orang Terkaya Indonesia per 2 Agustus 2026
| Peringkat | Nama | Sektor | Kekayaan |
| 1 | Low Tuck Kwong | Batu Bara | US$16,7 miliar |
| 2 | Prajogo Pangestu | Petrokimia & Energi | US$16,1 miliar |
| 3 | R. Budi Hartono | Perbankan & Tembakau | US$15,7 miliar |
| 4 | Anthoni Salim | Diversifikasi | US$10,6 miliar |
| 5 | Tahir & Family | Diversifikasi | US$8,8 miliar |
| 6 | Sri Prakash Lohia | Petrokimia | US$8,3 miliar |
| 7 | Otto Toto Sugiri | Pusat Data | US$7,4 miliar |
| 8 | Marina Budiman | Pusat Data | US$5,3 miliar |
| 9 | Lim Hariyanto Wijaya Sarwono | Kelapa Sawit & Nikel | US$4,5 miliar |
| 10 | Theodore Rachmat | Diversifikasi | US$4,3 miliar |
Data Forbes juga menunjukkan dominasi sektor sumber daya alam masih bertahan di jajaran konglomerat Indonesia melalui batu bara, energi, dan petrokimia. Namun, kehadiran Otto Toto Sugiri dan Marina Budiman di 10 besar memperlihatkan meningkatnya valuasi bisnis pusat data seiring pesatnya pertumbuhan ekonomi digital dan kebutuhan infrastruktur kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: