Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Daftar Crazy Rich Indonesia Agustus 2026 Berubah, Ini 10 Nama Teratas

Daftar Crazy Rich Indonesia Agustus 2026 Berubah, Ini 10 Nama Teratas Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

tersebut menunjukkan perubahan peta kekayaan konglomerat Indonesia, dengan Low Tuck Kwong kembali menempati posisi sebagai orang terkaya di Indonesia.

Pendiri Bayan Resources itu memiliki estimasi kekayaan US$16,7 miliar, menempatkannya di peringkat ke-168 dunia. Posisi tersebut mengungguli pendiri Barito Pacific Prajogo Pangestu yang memiliki kekayaan US$16,1 miliar di peringkat 178 dunia, serta pemilik Grup Djarum dan PT Bank Central Asia Tbk (BCA), R. Budi Hartono, dengan kekayaan US$15,7 miliar di posisi 183 dunia.

Posisi keempat ditempati pemilik Salim Group Anthoni Salim dengan kekayaan US$10,6 miliar, disusul Tahir dan keluarga yang memiliki kekayaan US$8,8 miliar.

Di sektor petrokimia, pendiri Indorama Corporation Sri Prakash Lohia berada di posisi keenam dengan estimasi kekayaan US$8,3 miliar.

Sementara itu, sektor pusat data (data center) terus memperlihatkan dominasinya melalui dua nama besar, yakni pendiri DCI Indonesia Otto Toto Sugiri dengan kekayaan US$7,4 miliar, serta Presiden Komisaris DCI Indonesia Marina Budiman yang memiliki kekayaan US$5,3 miliar.

Adapun tiga posisi terakhir dalam daftar ditempati Lim Hariyanto Wijaya Sarwono dengan kekayaan US$4,5 miliar, Theodore Rachmat sebesar US$4,3 miliar, dan Sukanto Tanoto dengan kekayaan US$4,1 miliar. 

Daftar 10 Orang Terkaya Indonesia per 2 Agustus 2026

Peringkat Nama Sektor Kekayaan
1 Low Tuck Kwong Batu Bara US$16,7 miliar
2 Prajogo Pangestu Petrokimia & Energi US$16,1 miliar
3 R. Budi Hartono Perbankan & Tembakau US$15,7 miliar
4 Anthoni Salim Diversifikasi US$10,6 miliar
5 Tahir & Family Diversifikasi US$8,8 miliar
6 Sri Prakash Lohia Petrokimia US$8,3 miliar
7 Otto Toto Sugiri Pusat Data US$7,4 miliar
8 Marina Budiman Pusat Data US$5,3 miliar
9 Lim Hariyanto Wijaya Sarwono Kelapa Sawit & Nikel US$4,5 miliar
10 Theodore Rachmat Diversifikasi US$4,3 miliar

Data Forbes juga menunjukkan dominasi sektor sumber daya alam masih bertahan di jajaran konglomerat Indonesia melalui batu bara, energi, dan petrokimia. Namun, kehadiran Otto Toto Sugiri dan Marina Budiman di 10 besar memperlihatkan meningkatnya valuasi bisnis pusat data seiring pesatnya pertumbuhan ekonomi digital dan kebutuhan infrastruktur kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri