Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

PSI: Jokowi Punya Satu Mantra, Sudah Menempel di Banyak Kepala Warga Indonesia

PSI: Jokowi Punya Satu Mantra, Sudah Menempel di Banyak Kepala Warga Indonesia Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengungkapkan kuatnya modal politik yang dimiliki oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Ia menyebut mantan presiden itu memiliki “mantra” yang sudah melekat dalam benak banyak masyarakat dari Indonesia.

Jokowi mengatakan memiliki satu prinsip yang dianggap begitu melekat di ingatan masyarakat. Mantra yang dimaksud mereka adalah kalimat sederhana yang selama ini identik dengan gaya kerja Jokowi, yakni “kerja, kerja, kerja.”

Baca Juga: Wajibkan Rumah Sakit Layani, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Akan Tanggung Biaya Pengobatan Korban Begal

“Pak Jokowi punya satu mantra yang juga menempel di kepala banyak orang: kerja, kerja, kerja!” tulis akun resmi PSI, dikutip Senin (10/8/2026).

PSI menggambarkan prinsip tersebut bukan sekadar rangkaian kata atau slogan politik. Partai berlambang gajah itu menilai kalimat tersebut mencerminkan karakter politikus itu ketika menjalankan tugas di pemerintahan dan berada di panggung politik.

Jokowi menurut partai tersebut bukan tipe pemimpin yang mengandalkan banyak pernyataan. Sebaliknya, ia disebut lebih mengutamakan tindakan nyata ketika menghadapi persoalan.

“Gak banyak bicara, tapi langsung gas, turun tangan, dan bikin sesuatu jadi nyata,” imbuh PSI.

Jokowi memang selama perjalanan karier politiknya dikenal dengan gaya komunikasi yang relatif sederhana. Frasa “kerja, kerja, kerja” kemudian berkembang menjadi salah satu ungkapan yang kerap diasosiasikan dengan pendekatan pemerintahannya ketika menjabat sebagai presiden selama dua periode.

PSI kini memberikan sinyal bahwa hal tersebut akan menjadi motor penggeraknya untuk menghadapi pemilu di masa depan bersama dengan Jokowi.

Sebelumnya, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) semakin percaya diri menghadapi kontestasi Pemilu 2029. Setelah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) resmi bergabung dengan partai tersebut, target besar mulai dipasang, yakni menembus empat besar perolehan suara nasional.

Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia, Dian Sandi Utama mengatakan target yang belakangan ramai diperbincangkan bukan sekadar slogan politik, melainkan telah menjadi pembahasan serius di internal partai.

Ia menjelaskan, keyakinan tersebut lahir dari proses konsolidasi organisasi yang terus dilakukan secara berjenjang, mulai dari pengurus pusat hingga struktur paling bawah di Dewan Pimpinan Ranting (DPRt).

Menurut Dian, penguatan struktur organisasi menjadi fondasi utama bagi partainya untuk meningkatkan daya saing menghadapi Pemilu 2029. Semakin lengkap jaringan kepengurusan di daerah, semakin besar pula peluang partai memperluas basis dukungan masyarakat.

Bergabungnya Jokowi juga menjadi salah satu momentum penting yang memperkuat optimisme partai. Dalam pandangannya, kehadiran mantan presiden dua periode itu memberikan energi baru sekaligus meningkatkan kepercayaan kader untuk mengejar target yang lebih tinggi dibanding pemilu sebelumnya.

Baca Juga: Denny Indrayana: Sayembara Temukan Ijazah Gibran Tadinya Akan Berhadiah Rp1 Miliar, Bukan Rp100 Juta

"Bahwa melihat kerja keras pengurus pusat sampai daerah untuk merampungkan struktur sampai tingkat ranting ditambah kehadiran Pak Jokowi di PSI. Tidak mengada-ada jika target 2029; PSI masuk 4 besar," terangnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar