- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Sekjen Demokrat Sebut Perampingan BUMN Jadi Kunci Genjot Pendapatan Danantara
Kredit Foto: Danantara
Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat sekaligus Anggota Komisi IV DPR RI, Herman Khaeron, menilai proses perampingan dan konsolidasi badan usaha milik negara (BUMN) menjadi bagian penting untuk mendorong peningkatan pendapatan yang dikelola Danantara.
Herman mengatakan Danantara pada dasarnya memiliki sumber pendapatan yang berasal dari BUMN. Karena itu, proses penggabungan sejumlah BUMN dengan klaster maupun lini usaha sejenis dinilai menjadi langkah yang perlu dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas.
"Danantara tentu sebagai sumber pendapatannya adalah dari BUMN. Dan saat ini BUMN sedang dilakukan menciutkan ya, sedang dilakukan penggabungan-penggabungan beberapa BUMN baik yang klasternya sama maupun BUMN yang memiliki usaha sejenis," kata Herman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Dia menyebut proses perampingan tersebut dilakukan dari 1.044 menjadi 200. Herman menilai konsolidasi masih berjalan bersamaan dengan upaya pemerintah untuk menggenjot pendapatan BUMN.
"Nah, ini yang sedang diupayakan dari 1.044 menjadi 200, dari kurang lebih 250 BUMN. Tentu ini adalah proses, sambil juga terus menggenjot terhadap peningkatan pendapatan," ujarnya.
Menurut Herman, kinerja pendapatan BUMN sejauh ini menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik. Hal tersebut, kata dia, didorong oleh efisiensi, peningkatan produktivitas, hingga revitalisasi aset BUMN.
"Dan alhamdulillah, kalau melihat dari sisi pendapatan memang sampai hari ini, apakah itu melalui efisiensi, peningkatan produktivitas, maupun dari revitalisasi terhadap aset-aset BUMN yang sekarang berlangsung, tentu kalau kita lihat pertumbuhannya cukup baik," tutur Herman.
Dia optimistis penguatan kinerja BUMN dapat ikut menopang perekonomian nasional di tengah tantangan global yang masih tinggi.
"Dan ingat bahwa ini di tengah tantangan global yang tidak sederhana, di bawah tekanan internasional. Oleh karenanya, saya kira dengan kekompakan, dengan persatuan, dengan gotong royong, saya kira kami optimistis bahwa ekonomi Indonesia ke depan akan lebih baik," katanya.
Sementara itu, terkait kondisi perekonomian nasional, Herman menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai sekitar 5,2% menunjukkan perekonomian masih berada di jalur yang positif.
Baca Juga: Purbaya Ingin Tarik Dividen BUMN ke APBN, Danantara Bakal Kelimpungan
Baca Juga: Dari 1.044 ke 200, Demokrat Puji Gebrakan Perampingan BUMN
"Dan tentu dengan pertumbuhan 5,2% ini juga menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia masih on the track," ujar Herman.
Dia berharap tren tersebut dapat dipertahankan dan ditingkatkan melalui kebijakan pemerintah ke depan, termasuk arah kebijakan fiskal yang akan disampaikan dalam Nota Keuangan dan RAPBN.
"Namun pada saat ini, saya kira kita juga nanti bisa mendengar di pagi hari ini pidato Presiden terkait dengan hasil evaluasi terhadap lembaga-lembaga tinggi negara. Even saya kira DPR dengan fungsi pengawasan, fungsi anggaran, fungsi legislasi, juga nanti akan disampaikan oleh Presiden," kata Herman.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: