Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Doli Sudah Lempar Granat, Demokrat: Golkar Ingin Adu Domba Anggota Koalisi Prabowo dan AHY

Doli Sudah Lempar Granat, Demokrat: Golkar Ingin Adu Domba Anggota Koalisi Prabowo dan AHY Kredit Foto: Andi Hidayat
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kader Partai Demokrat Boni Jebarus mengecam keras komentar dari Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia. Hal itu mengenai tafsir atas pidato dari Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Boni mengatakan komentar sosok itu berpotensi mengganggu soliditas koalisi pemerintahan dari Prabowo-Gibran. Ia bahkan membaca adanya gelagat upaya mengadu domba antaranggota koalisi yang tengah dilakukan oleh Golkar.

Baca Juga: Jokowi Soal Praperdilan Berjilid-jilid Roy Suryo: Jangan Dong Ini Disalahgunakan

“Tidak elok jika dia melempar granat di tengah koalisi yang solid dan adem. Ini terbaca gelagat mereka yang terkesan sedang mengadu domba di antara anggota koalisi,” ujar Boni Jebarus, dikutip Kamis (10/9/2026).

Boni mengatakan, secara substansi dirinya sepakat dengan pesan dari AHY. Namun, Doli disebut memberikan sorotan berbeda karena politikus itu saat ini berada dalam koalisi pemerintahan.

“Secara substansi, apa yang disampaikan oleh ketum kami, sepenuhnya setuju, namun ia menyoroti posisi dari AHY,” ujar Boni.

Menurut Boni, Doli memandang pernyataan ketua partainya seolah-olah sebagai sinyal bahwa politikus itu sedang mempersiapkan diri untuk menjadi pesaing dalam kontestasi politik 2029.

“Ia (Doli, red) memandang beliau seolah memberi sinyal kuat menjadi pesaing di pilpres mendatang,” kata Boni.

Boni menilai pembacaan terhadap pidato ketua partainya tersebut keliru dan cenderung tendensius. Ia menegaskan pidato tersebut disampaikan dalam konteks peringatan dari HUT ke-25 Partai Demokrat.

“AHY itu bicara untuk pembelajaran kader dan simpatisan yang bertepatan dengan peringatan dari HUT Ke-25 Partai Demokrat,” tuturnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia membaca adanya sinyal politik dari Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Ia dinilai sudah siap untuk menjadi lawan bagi Prabowo Subianto di Pilpres 2029.

Doli menilai pernyataan politikus itu mengenai kekuasaan yang bukan milik seseorang untuk selamanya tidak hanya dapat dibaca sebagai pesan tentang demokrasi. Menurutnya, cara menyampaikan pernyataan tersebut, termasuk gestur dan posisi politiknya, memberi kesan bahwa politikus itu tengah mempersiapkan diri sebagai salah satu kandidat pada Pilpres 2029.

"Namun, dilihat dari cari penyampaian, gestur dan standing position-nya, dia seperti memberi sinyal kuat bahwa beliau siap menjadi salah seorang contender dalam pilpres mendatang," ujar Doli.

Adapun pidato yang dimaksud adalah pidato soal pengingat terhadap para pemegang kekuasaan bahwa jabatan politik bukanlah sesuatu yang dapat dimiliki selamanya.

AHY mengatakan kekuasaan merupakan amanah yang diberikan rakyat dan memiliki batas waktu. Ia menekankan bahwa prinsip tersebut harus menjadi pijakan dalam menjaga demokrasi Indonesia. Karena kekuasaan berasal dari rakyat, hak masyarakat untuk menentukan siapa yang dipilih maupun mencalonkan diri tidak boleh dihalangi.

Baca Juga: PDIP: Prabowo Tinggal Melihat Apakah Ada Sinyal Ketidakpuasan atau Kekecewaan dari AHY

"Kekuasaan bukan milik seseorang untuk selamanya, kekuasaan adalah amanah rakyat yang memiliki batas waktu. Jangan dihalang-halangi hak rakyat untuk memilih dan untuk dipilih," kata AHY.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar