Demokrat Ngamuk, Tuntut Golkar Minta Maaf Soal Tuduhan ke AHY: Jangan Saling Curiga dan Ambil...
Kredit Foto: Istimewa
Kader Partai Demokrat Boni Jebarus menuntut adanya permintaan maaf dari Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia. Ia dinilai perlu meluruskan komentarnya mengenai pidato dari Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Boni menilai komentar politikus itu yang mengaitkan pidato ketua partainya dengan kemungkinan persaingan pada pilpres berpotensi menimbulkan kecurigaan di antara partai-partai yang tergabung dalam koalisi pemerintahan dari Prabowo-Gibran.
Baca Juga: PSI Soroti Subsidi TransJakarta ke Luar Jakarta: Jangan Semua Beban Ditanggung Warga DKI
“Kami sebagai kader meminta beliau meminta maaf dan meluruskan maksdnya. Biar jangan saling curiga dan mengambil kesempatan di antara anggota koalisi,” ujar Boni Jebarus, dikutip Kamis (10/9/2026).
Menurut Boni, pidato ketua umum partainya mengenai kekuasaan bukan milik seseorang untuk selamanya tidak seharusnya dibaca sebagai sinyal permusuhan politik atau ancaman terhadap anggota koalisi lainnya.
Boni menegaskan, substansi pernyataan tersebut sebenarnya tidak menjadi persoalan. Ia bahkan menyatakan sepakat dengan pesan yang disampaikan oleh AHY.
Persoalan muncul karena pernyataan itu dikaitkan dengan posisi ketua partainya sebagai bagian dari pemerintahan.
“Secara substansi, apa yang disampaikan oleh dia, sepenuhnya setuju. Namun Doli menyoroti posisi beliau yang berada di koalisi pemerintah,” kata Boni.
Boni berharap persoalan tersebut diselesaikan melalui klarifikasi. Menurut dia, sesama anggota koalisi seharusnya tidak saling mencurigai hanya karena perbedaan tafsir terhadap sebuah pidato politik.
Bagi Boni, menjaga komunikasi menjadi penting agar koalisi pemerintahan tidak justru diwarnai ketegangan internal. Ia berharap hubungan antaranggota koalisi tetap solid mulai dari tingkat pusat hingga daerah.
“Kader Partai Demokrat di daerah berharap sesama anggota koalisi jangan saling membisik seperti kancil menipu raja hutan,” tutur Boni.
Baca Juga: Jokowi Ternyata Dibuat Kesal Praperadilan Berjilid-jilid Roy Suryo: Ganggu Kepastian Hukum
Menurutnya, kepentingan bersama dalam pemerintahan harus lebih diutamakan dibandingkan upaya membaca setiap pernyataan politik sebagai ancaman atau persaingan. Boni pun kembali mengingatkan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi untuk mengambil keuntungan politik dari sesama anggota koalisi.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar