Prabowo Depan SBY: Waktu Tidak Berkuasa, Partai Demokrat Tak Caci Maki, Tak Bakar-bakar...
Kredit Foto: Bakom RI
Presiden Prabowo Subianto melontarkan pujian kepada Partai Demokrat dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ia memuji sikap politik mereka ketika tidak berada dalam pemerintahan, yang tidak memilih cara-cara politik berupa caci maki maupun aksi “bakar-bakar” ketika berada di luar kekuasaan.
Prabowo awalnya menyinggung perjalanan sosok politikus senior tersebut yang pernah berada di puncak kekuasaan dan pernah tidak memperoleh kemenangan. dalam perpolitikan dari Indonesia. Ia memuji bagaimana mereka tetap menjaga sikap ketika tidak menjadi bagian dari kekuasaan.
Baca Juga: Jokowi Soal Praperdilan Berjilid-jilid Roy Suryo: Jangan Dong Ini Disalahgunakan
“Pernah di puncak, pernah di pemerintahan, tapi waktu tidak berkuasa; Partai Demokrat tidak caci maki. Partai Demokrat tidak bakar-bakar,” tegasnya, dikutip Kamis (10/9/2026).
Pernyataan Prabowo tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam pidatonya di hadapan kader dan petinggi dari Demokrat. Ia juga mengaitkan sikap tersebut dengan pengalaman politiknya sendiri.
Prabowo mengatakan dirinya pernah mengalami kekalahan dalam empat kali kontestasi sebelum akhirnya memperoleh mandat sebagai presiden.
“Saya waktu empat kali tidak menang, saya pun terima, ya sudah, kita maju lagi,” kata Prabowo.
Ia menyampaikan hal tersebut sebagai gambaran bahwa dinamika politik harus dihadapi dengan sikap yang tetap menerima proses demokrasi.
Prabowo juga memberikan apresiasi kepada SBY. Hal itu terkait dengan keberhasilannya membawa partai terkait masuk dalam arena politik melalui mekanisme demokrasi.
“Pak SBY memberi contoh, pensiunan keluarga tentara membuat partai, maju ke hadapan rakyat, mendapat mandat,” katanya Prabowo.
Ia mengatakan dirinya kemudian melakukan hal yang serupa dengan membangun partai dan meminta mandat kepada rakyat.
“Kalau mencontek yang baik boleh, saya juga membuat partai, maju ke rakyat minta mandat. Empat kali tidak diberikan mandat, tapi akhirnya dikasih juga,” ujarnya.
Prabowo menegaskan bahwa latar belakang militer tidak membuat dirinya dan politikus senior itu meninggalkan prinsip demokrasi ketika terjun ke politik.
“Kita dididik dari kecil sebagai tentara rakyat yang berjuang untuk rakyat. Jadi kita justru menghayati bahwa tentara itu adalah milik rakyat,” ujarnya.
Prabowo juga menekankan bahwa pengabdian melalui politik harus tetap dilakukan melalui jalur demokrasi.
Baca Juga: PSI: Mesti Dikaji Ulang, Subsidi Rute Luar Jakarta Bikin TransJakarta Rugi Puluhan Miliar!
“Kalau kita ingin terus berbakti mengabdi di bidang politik, kita harus menjalankan politik itu melalui demokrasi,” tutur Prabowo.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar