Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Jalankan Arahan Presiden, Kemendagri Gelar Gerakan Indonesia ASRI dan Edukasi Pengelolaan Sampah

Jalankan Arahan Presiden, Kemendagri Gelar Gerakan Indonesia ASRI dan Edukasi Pengelolaan Sampah Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggelar Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) serta edukasi pengelolaan sampah sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto.

Kegiatan tersebut menekankan pentingnya perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah mulai dari lingkungan rumah tangga.

Sekretaris Jenderal Kemendagri Tomsi Tohir mengatakan persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah. Menurutnya, penanganan sampah membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat hingga tingkat keluarga.

"Upaya untuk mengatasi persoalan ini telah dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo, dan menjadi tanggung jawab kita bersama untuk meneruskannya sampai ke tingkat masyarakat, bahkan sampai ke lingkungan rumah tangga," ujar Tomsi saat mewakili Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian membuka kegiatan Gerakan Indonesia ASRI dan Edukasi Pengelolaan Sampah di lingkungan Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Jumat (14/8/2026).

Tomsi menekankan perlunya mengubah kebiasaan masyarakat dalam memperlakukan sampah. Salah satunya dengan membiasakan pemilahan sampah sejak dari sumbernya, terutama rumah dan lingkungan tempat tinggal.

Ia juga mendorong masyarakat melihat sampah sebagai sesuatu yang masih memiliki nilai manfaat jika dikelola dengan baik. Sampah, kata Tomsi, dapat diolah menjadi energi listrik, pelet, hingga berbagai produk lainnya.

“Jadi, apa yang kita lakukan hari ini bukan sekadar sebuah kegiatan seremonial. Ini adalah bagian dari upaya kita bersama untuk mengubah kebiasaan dan budaya dalam mengelola sampah,” katanya.

Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kemendagri Restuardy Daud mengatakan kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap Gerakan Indonesia ASRI sekaligus tindak lanjut arahan Menteri Dalam Negeri agar kepedulian terhadap kebersihan dimulai dari lingkungan masing-masing.

Menurut Restuardy, Kemendagri tidak hanya melakukan pembenahan di lingkungan internal, tetapi juga memfasilitasi pemerintah daerah dalam memperkuat pengelolaan persampahan.

Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui Local Service Delivery Project (LSDP) yang melibatkan 30 pemerintah daerah. Program ini diarahkan untuk memperkuat tata kelola persampahan dari hulu hingga hilir.

“Selain di lingkungan kita, kita juga diarahkan untuk memfasilitasi Pemerintah Daerah,” ujar Restuardy.

Dalam kegiatan tersebut, Kemendagri menggelar aksi bersih lingkungan yang melibatkan pegawai Ditjen Bina Bangda dan masyarakat sekitar. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bahwa menjaga kebersihan harus dimulai dari lingkungan terdekat.

Kemendagri juga menggelar pameran inovasi teknologi persampahan yang menghadirkan pemerintah daerah dan pelaku usaha. Pameran tersebut menampilkan berbagai inovasi pengelolaan sampah serta teknologi dan solusi persampahan, termasuk dari penyedia teknologi dan offtaker.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan rapat koordinasi LSDP sebagai kick off bersama 30 daerah peserta. Program tersebut mencakup dukungan pembangunan tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) berkapasitas 100–150 ton per hari, penyediaan kendaraan pengangkut sampah, hingga upaya mendorong perubahan perilaku masyarakat.

Edukasi mengenai kebersihan lingkungan juga diberikan kepada masyarakat dan peserta didik. Sebanyak 58 anak, terdiri atas 30 siswa SD dan 28 siswa TK, mengikuti kegiatan yang mengajarkan pentingnya menjaga lingkungan, membuang sampah pada tempatnya, serta membiasakan pengelolaan sampah sejak dari rumah.

Selain itu, kegiatan diisi talkshow mengenai gerakan bersih lingkungan dan pengelolaan sampah dengan menghadirkan unsur pemerintah daerah, akademisi dan pegiat inovasi, serta masyarakat. Berbagai lomba bertema persampahan, seperti mewarnai, pembacaan puisi, dan stand up comedy, turut digelar untuk memperkuat edukasi lingkungan, terutama bagi anak-anak.

Secara keseluruhan, kegiatan tersebut diikuti sekitar 700–800 peserta yang terdiri atas pegawai Kemendagri, 157 perwakilan dari 30 daerah peserta LSDP, vendor teknologi dan offtaker, masyarakat, peserta lomba, serta pelajar.

Kemendagri menegaskan Gerakan Indonesia ASRI tidak sekadar menjadi kegiatan kebersihan, tetapi diarahkan untuk membangun kesadaran dan budaya baru dalam pengelolaan lingkungan.

Perubahan tersebut diharapkan dimulai dari individu dan keluarga, kemudian meluas ke lingkungan sekitar, pemerintah daerah, hingga menjadi gerakan bersama secara nasional.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat