Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Gempa Guncang NTT, Selly Gantina Minta Penanganan di Daerah Terdampak Dipercepat

Gempa Guncang NTT, Selly Gantina Minta Penanganan di Daerah Terdampak Dipercepat Kredit Foto: Antara
Warta Ekonomi, Jakarta -

Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Selly Andriany Gantina, meminta pemerintah bergerak cepat menangani dampak gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026).

Selly menegaskan keselamatan warga harus menjadi prioritas utama, disertai pembukaan akses menuju wilayah terdampak agar bantuan dan logistik dapat segera disalurkan.

“Pemerintah melalui BNPB, Polri, hingga TNI harus segera melakukan penyisiran ke daerah yang terdampak. Lakukan upaya pembukaan jalur agar akses bantuan dan logistik bisa masuk,” kata Selly dalam siaran persnya.

Ia menyampaikan duka mendalam kepada masyarakat yang menjadi korban gempa, termasuk 38 orang yang dilaporkan meninggal dunia. Menurutnya, penyisiran lokasi terdampak perlu segera dilakukan untuk memeriksa bangunan yang runtuh sekaligus memastikan tidak ada korban lain yang belum ditemukan.

Selly juga mengapresiasi langkah cepat pemerintah pusat dan daerah bersama kementerian/lembaga, BNPB, Basarnas, TNI, Polri, serta seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan bencana.

Menurut dia, koordinasi dan respons cepat diperlukan agar proses evakuasi dapat berjalan maksimal sekaligus memberikan informasi yang dibutuhkan masyarakat yang masih mengalami trauma dan ketakutan.

“Saya juga meminta agar pendataan korban dan masyarakat terdampak dilakukan dengan cepat, akurat, dan menyeluruh, bersamaan dengan pemenuhan kebutuhan di pengungsian,” ujar Plt Bupati Cirebon tersebut.

Selain evakuasi, Selly meminta pemerintah memastikan kebutuhan dasar warga segera terpenuhi, mulai dari makanan, air bersih, obat-obatan, layanan kesehatan, tenaga medis, hingga kebutuhan anak-anak sekolah.

“Anak-anak jangan sampai kehilangan rasa aman dan kesempatan untuk belajar hanya karena mereka menjadi korban bencana. Begitu pula lansia, perempuan, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan lainnya harus mendapat perhatian khusus,” katanya.

Ia menekankan pentingnya memastikan seluruh warga terdampak mendapat bantuan, termasuk mereka yang berada di wilayah terpencil atau daerah dengan akses yang terputus akibat gempa.

“Yang terpenting, jangan sampai ada masyarakat yang berada di tempat terpencil atau wilayah yang aksesnya terputus merasa ditinggalkan,” tegasnya.

Selly juga mendorong Kementerian Sosial melalui Kampung Siaga Bencana (KSB) memperkuat dukungan psikososial dan pendampingan bagi masyarakat di wilayah terdampak, termasuk daerah yang sulit dijangkau.

Menurutnya, penanganan bencana tidak cukup hanya melalui evakuasi dan pemenuhan kebutuhan dasar. Pemulihan kondisi mental masyarakat juga harus menjadi bagian dari penanganan pascabencana.

“KemenPPPA juga harus memastikan perempuan dan anak mendapat perlindungan khusus, termasuk trauma healing, pendampingan psikologis, serta ruang aman di pengungsian. Jangan sampai bencana menimbulkan trauma berkepanjangan maupun kerentanan baru terhadap kekerasan,” ujarnya.

Selly yang juga Ketua Bidang Kesejahteraan Sosial Bamusi itu turut meminta BNPB melakukan pendataan dan memprioritaskan evakuasi wisatawan yang berada di wilayah terdampak, khususnya di Labuan Bajo dan sekitarnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat