Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kapal Induk AS Dikerahkan 240 Hari Tanpa Henti, Personel AS Disebut Hadapi Tekanan Berat

Kapal Induk AS Dikerahkan 240 Hari Tanpa Henti, Personel AS Disebut Hadapi Tekanan Berat Kredit Foto: Seaforces
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kesehatan mental personel militer Amerika Serikat (AS) di kapal induk USS Abraham Lincoln menjadi sorotan. Kapal tersebut telah menjalani pengerahan panjang di kawasan Timur Tengah saat perang melawan Iran berlangsung.

USS Abraham Lincoln telah berada di laut selama lebih dari 240 hari berturut-turut. Kapal itu bahkan tercatat lebih dari 200 hari tanpa transit atau singgah di pelabuhan.

Masa pengerahan USS Abraham Lincoln sebelumnya diperkirakan berakhir pada Mei 2026. Namun, masa tugas kapal induk tersebut telah diperpanjang beberapa kali.

AS kini mengerahkan kapal induk USS George Washington ke Timur Tengah. Kapal tersebut disiapkan untuk menggantikan USS Abraham Lincoln.

Kepala Komando Pusat AS (CENTCOM) Laksamana Brad Cooper mengunjungi USS Abraham Lincoln pada Sabtu (15/8). Cooper menyebut kesejahteraan sekitar 5.000 personel di kapal tersebut menjadi prioritas.

Dia juga mengakui adanya berbagai kesulitan akibat pengerahan dalam waktu yang panjang. Cooper menyebut tugas aktif dalam kondisi tersebut sebagai sesuatu yang "sangat menantang dan berat".

"Saya sudah lama meyakini bahwa kesehatan mental merupakan salah satu aspek kesehatan individu dan memerlukan perhatian kita, sama halnya dengan kesehatan fisik dan kesehatan spiritual," kata Cooper, seperti dilansir Press TV, Rabu (19/8/2026).

USS Abraham Lincoln tiba di Timur Tengah pada Januari 2026. Kapal tersebut kemudian mendukung operasi militer AS terhadap Iran.

Operasi tersebut termasuk blokade laut terhadap pelabuhan dan kapal milik Iran. Situasi itu membuat personel kapal harus menjalani masa pengerahan yang panjang.

Laporan Military Times dan Stars & Stripes juga mengungkap sejumlah persoalan di dalam kapal. Masalah tersebut meliputi kerusakan sistem saluran air, kendala sanitasi, dan kekurangan pasokan makanan segar.

Para pelaut juga disebut memiliki kesempatan terbatas untuk turun ke daratan. Kondisi tersebut kemudian memicu kekhawatiran keluarga mengenai kesehatan mental personel.

Sejumlah laporan bahkan mengindikasikan adanya personel yang mencoba melompat ke laut. Kondisi di USS Abraham Lincoln akhirnya menjadi perhatian sejumlah anggota parlemen AS.

Sebanyak 13 anggota Komite Angkatan Bersenjata Senat AS dari Partai Demokrat telah mengirim surat kepada Menteri Pertahanan Pete Hegseth. Mereka meminta penjelasan mengenai durasi pengerahan dan kondisi yang dihadapi personel di kapal tersebut.

Baca Juga: Masa Tugas Awak USS Abraham Lincoln Tembus 260 Hari, Trump: Belum Cukup Lama

Hegseth membantah laporan mengenai buruknya kondisi di USS Abraham Lincoln. Dia menyebut kondisi kapal tersebut telah "digambarkan secara keliru".

Presiden AS Donald Trump juga menepis kekhawatiran mengenai panjangnya masa pengerahan kapal induk tersebut. Saat ditanya mengenai durasi pengerahan USS Abraham Lincoln, Trump menjawab, "Masih jauh dari kata cukup lama."

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy