Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pemerintah Percepat Lelang 14 Lokasi Panas Bumi, Tak Lagi Tunggu 10 Tahun

Pemerintah Percepat Lelang 14 Lokasi Panas Bumi, Tak Lagi Tunggu 10 Tahun Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah mempercepat pengembangan 14 lokasi panas bumi untuk mengejar kebutuhan listrik beban dasar (baseload) sekaligus mempercepat pengembangan energi terbarukan di Indonesia.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi mengatakan, pemerintah menarik sejumlah lokasi yang sebelumnya direncanakan masuk dalam pengembangan hingga 10 tahun ke depan untuk dilelang lebih cepat.

“Nah ini di-accelerate. Jadi kita tarik di seluruh RUPTL untuk maju dilelangkan sekarang. Jadi tidak lagi nunggu 10 tahun,” kata Eniya di Indonesia International Convention Center (IICC), Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Menurut Eniya, 14 lokasi tersebut akan dibuka tahun ini di luar lima Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) dan tujuh Wilayah Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (WPSPE) yang telah disiapkan pemerintah untuk ditawarkan pada 2026. 

"Kita akan mengundang lebih banyak pihak dan segera membuka 14 daftar lokasi baru untuk panas bumi," lanjutnya.

Dengan demikian, proses pengembangan wilayah panas bumi akan berjalan secara paralel.

Percepatan tersebut dilakukan karena kebutuhan listrik di sejumlah wilayah semakin mendesak, terutama Sumatera dan Sulawesi yang membutuhkan tambahan pasokan listrik stabil untuk menopang pertumbuhan ekonomi dan aktivitas industri.

Sebelumnya, pemerintah menyiapkan lima WKP untuk ditawarkan pada 2026, yakni Danau Ranau, Hamiding, Songgoriti, Oka Ile Ange, dan Gunung Sirung. 

Kelima wilayah tersebut memiliki rencana kapasitas pengembangan total 145 megawatt (MW), dengan rincian Danau Ranau 40 MW, Hamiding 50 MW, Songgoriti 40 MW, Oka Ile Ange 10 MW, dan Gunung Sirung 5 MW. 

Selain itu, terdapat tujuh WPSPE yang mencakup Talamau dan Simisiuh di Sumatera Barat, Srirejo di Lampung, Lili Seporaki di Sulawesi Barat, Maranda Kawende di Sulawesi Tengah, Massepe Sulili di Sulawesi Selatan, serta Banda Baru di Maluku. Ketujuh wilayah tersebut memiliki total sumber daya sekitar 321 MW dan perkiraan cadangan 247 MW. 

Baca Juga: BEI Lelang 11 Saham Hasil Buyback pada 1 September, Investor Ritel Tak Bisa Ikut

Baca Juga: Lelang 76.742 Ton Batu Bara Hasil Penindakan, ESDM Kantongi PNBP Rp20,98 Miliar

Untuk lima WKP dan tujuh WPSPE tersebut, pemerintah sebelumnya memperkirakan potensi investasi mencapai sekitar US$2,2 miliar. Percepatan lelang diharapkan dapat mempercepat masuknya investasi sekaligus menambah pasokan listrik dari energi terbarukan.

Eniya menegaskan pengembangan panas bumi juga akan diarahkan untuk memperbesar keterlibatan pelaku usaha lokal. Pemerintah mendorong perusahaan daerah, UMKM, penyedia jasa, alat berat hingga tenaga pengamanan masuk ke sistem Genesis agar dapat dipilih pengembang dalam proses pembangunan proyek.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra