Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

'Komunikasi Jelek' Purbaya Soroti Koordinasi Pusat-Daerah Penanganan Gempa NTT

'Komunikasi Jelek' Purbaya Soroti Koordinasi Pusat-Daerah Penanganan Gempa NTT Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti koordinasi pemerintah pusat dan daerah dalam penanganan bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Sorotan itu muncul setelah Purbaya menemukan adanya wilayah terdampak yang belum menerima bantuan makanan selama empat hari.

Purbaya mendapat laporan tersebut saat terjun langsung mengecek kondisi warga terdampak gempa pada Rabu (19/8/2026). Wilayah yang disorot berada di Kelurahan Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur.

Menurut Purbaya, kondisi tersebut menunjukkan masih adanya persoalan dalam koordinasi penanganan bencana. Padahal, pemerintah pusat telah menyiapkan anggaran yang cukup untuk mendukung kebutuhan penanganan gempa di NTT.

"Kayaknya seperti enggak ada koordinasi antara daerah sama pusat untuk penanggulangan bencananya. Karena ketika saya tanya di BPBD, banyak enggak tahunya," ujar Purbaya.

Purbaya kemudian meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) segera mengecek wilayah tersebut. Ia memastikan Kementerian Keuangan siap menyediakan anggaran agar kebutuhan penanganan bencana tidak terkendala persoalan pendanaan.

"Oh, kita akan minta BNPB untuk melihat daerah itu. Yang jelas dari Kementerian Keuangan, kami nyiapin dana yang cukup sehingga BNPB kinerjanya tidak terganggu," katanya.

Laporan mengenai warga yang belum menerima makanan tersebut kemudian langsung ditindaklanjuti BNPB. Bantuan makanan mulai disalurkan ke wilayah yang sebelumnya disebut belum mendapatkan bantuan selama beberapa hari.

Purbaya mengatakan pemerintah memang telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp44 miliar untuk penanganan bencana gempa di NTT. Presiden Prabowo Subianto juga disebut telah mempersiapkan tambahan anggaran apabila kebutuhan di lapangan meningkat.

Selain dukungan anggaran, Kementerian Keuangan turut membawa bantuan yang dikumpulkan dari para pegawainya. Bantuan tersebut antara lain berupa selimut, terpal, sembako, bahan makanan untuk dapur umum, serta kebutuhan bagi balita.

Dalam kunjungannya, Purbaya menyebut ada satu truk bantuan yang dibawa ke lokasi terdampak. Bantuan tersebut mencakup 380 lembar selimut dan 81 terpal, sementara kebutuhan terpal di lapangan disebut mencapai sekitar 160 buah.

"Selimut 380 lembar, cukup kelihatan dengan permintaan tadi kan. Terpal 81 buah, tadi perlu 160, ya? Nanti kita tambah lagi kalau perlu, ya," ujar Purbaya.

Di sisi lain, BNPB terus melakukan penanganan di sejumlah titik terdampak gempa NTT. Bantuan yang diberikan mencakup kebutuhan pangan, sandang, hingga tempat tinggal sementara bagi masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan.

Baca Juga: BNPB Ungkap Tantangan Distribusi Bantuan Gempa NTT: Pengungsi Tersebar di Banyak Lokasi

Kepala BNPB Suharyanto juga meminta warga tidak kembali memasuki rumah yang mengalami kerusakan sebelum dinyatakan aman oleh pihak berwenang. Imbauan tersebut disampaikan karena gempa susulan masih dapat terjadi dan berpotensi membahayakan warga.

Pemerintah juga menyiapkan skema bantuan untuk memperbaiki rumah warga terdampak. Rumah dengan kerusakan ringan mendapat bantuan Rp15 juta, sedangkan kerusakan sedang mendapat Rp30 juta dan rumah yang mengalami kerusakan berat akan ditangani melalui pembangunan hunian tetap.

Selain itu, warga terdampak dapat memperoleh dana tunggu hunian sebesar Rp600 ribu per bulan atau menempati hunian sementara. Pemerintah menekankan pendataan dan verifikasi kondisi rumah menjadi tahap penting agar bantuan dapat disalurkan sesuai tingkat kerusakan.

Penanganan gempa NTT kini tidak hanya bergantung pada ketersediaan anggaran, tetapi juga efektivitas koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah. Temuan Purbaya mengenai warga yang belum menerima makanan menjadi pengingat bahwa anggaran dan bantuan perlu diikuti distribusi yang cepat serta tepat sasaran.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama