Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani memastikan hujan yang mengguyur sejumlah wilayah Jakarta pada Rabu (19/8) terjadi secara alami. Hujan tersebut bukan hasil operasi modifikasi cuaca atau OMC.
Faisal menjelaskan hujan muncul akibat pertemuan massa udara basah dari Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Kondisi tersebut membuat potensi hujan meningkat meski Jakarta masih berada pada musim kemarau.
"Kami sampaikan hujan kemarin itu secara alami Bapak Ketua. Itu ada pertemuan masa udara basah dari Samudra Hindia dan Pasifik," kata Faisal dalam rapat di Komisi V DPR, Kamis (20/8).
BMKG memang sempat menjalankan operasi modifikasi cuaca di Jakarta. Namun, operasi tersebut dihentikan sehari sebelum hujan turun karena BMKG melihat potensi hujan alami.
"Sehari sebelumnya untuk OMC kita hentikan sementara karena kita yakin bahwa potensi hujan dapat turun dengan sendirinya," katanya.
Pernyataan BMKG tersebut berbeda dengan klaim Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Pramono sebelumnya menyebut hujan di tengah musim kemarau Jakarta merupakan hasil operasi modifikasi cuaca.
Pramono mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memanfaatkan awan yang berpotensi menghasilkan hujan. Upaya tersebut dilakukan dengan menyemai awan agar turun menjadi hujan.
"Berkali-kali saya sampaikan bahwa Pemerintah DKI Jakarta ketika begitu ada awan, sekecil apa pun awan itu, akan kita buat untuk hujan buatan," kata Pramono di Balai Kota Jakarta.
Pramono menyebut hujan sempat turun sebanyak dua kali dengan jeda sekitar 30 menit. Namun, dia menilai hasilnya belum maksimal karena jumlah awan yang tersedia terbatas.
Sementara itu, BMKG memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia masih menghadapi kondisi kering dalam beberapa waktu ke depan. Pertumbuhan awan juga masih minim di sejumlah wilayah seperti Nusa Tenggara, Jawa, Bali, Kalimantan, Maluku hingga Papua.
Baca Juga: Hujan Dadakan Guyur Jakarta, Pramono: Berkali-kali Saya Sampaikan...
Musim hujan diperkirakan baru mulai memasuki sebagian besar wilayah Indonesia pada pertengahan Oktober. BMKG meminta masyarakat memperhatikan perkembangan informasi cuaca selama masa peralihan musim.
"Kalau dari prediksi BMKG Bapak Ketua mohon izin para anggota Komisi V, diperkirakan pada pertengahan Oktober musim hujan baru mulai datang Pak, pertengahan Oktober," katanya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy