Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Tak Terima Dituduh Marah-marah oleh Ruben Onsu, Sarwendah: Yang Terjadi Adalah...

Tak Terima Dituduh Marah-marah oleh Ruben Onsu, Sarwendah: Yang Terjadi Adalah... Kredit Foto: Instagram/sarwendah29
Warta Ekonomi, Jakarta -

Mediasi terkait hak asuh anak antara Ruben Onsu dan Sarwendah di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (19/8/2026), berujung gagal. Proses yang seharusnya menjadi ruang untuk mencari titik temu itu justru diwarnai ketegangan di dalam ruang mediasi.

Sarwendah disebut sempat emosi hingga berteriak ketika proses mediasi berlangsung. Namun, melalui unggahan di Instagram pribadinya pada Kamis (20/8/2026), Sarwendah membantah pemberitaan yang menggambarkan dirinya sebagai pihak yang marah-marah, menunjuk, hingga berdiri selama mediasi.

"Terkait jalannya mediasi dan dinamika di dalam ruang mediasi: Pernyataan Kuasa Hukum penggugat dan pemberitaan bahwa saya marah-marah, menunjuk, hingga berdiri adalah tidak benar," ungkap Sarwendah.

Baca Juga: Sebut Sarwendah Ngamuk di Sidang, Kubu Ruben Onsu: Jangan Hanya Ingin Didengar

Ia kemudian menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi menurut versinya. Sarwendah mengaku memberikan respons karena ada pernyataan mengenai anak-anak yang dinilainya tidak sesuai dengan fakta.

"Yang terjadi adalah saya merespons pernyataan pihak penggugat yang tidak sesuai fakta, khususnya mengenai anak-anak," ujar Sarwendah.

Tak berhenti di situ, Sarwendah justru mengungkap adanya pihak dari tim kuasa hukum Ruben Onsu yang disebut membentaknya selama proses mediasi. Menurutnya, nada tinggi tersebut datang dari salah satu anggota tim pengacara pihak Ruben.

"Justru dalam proses tersebut, salah satu anggota tim pengacara pihak penggugat yang membentak saya dengan nada tinggi," katanya.

Baca Juga: Diincar Sejak 2025, Begini Asal-usul Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Penipuan

Situasi tersebut, menurut Sarwendah, membuat dirinya merasa perlu menyampaikan keberatan. Terlebih, pembicaraan yang dipersoalkan berkaitan dengan kondisi anak-anak mereka dan berlangsung di hadapan mediator.

"Sebagai seorang ibu, wajar jika saya tidak bisa tinggal diam ketika fakta tentang anak-anak disampaikan secara keliru di hadapan mediator," lanjut dia.

Sarwendah pun menegaskan bahwa kedatangannya ke proses mediasi bukan untuk mencari keributan dengan pihak Ruben Onsu. Ia menyebut dirinya hadir untuk mengikuti tahapan hukum yang sedang berjalan.

"Saya hadir bukan untuk berkonflik, melainkan dengan itikad baik guna menjalani mediasi sebagai bagian dari proses persidangan," tegas Sarwendah.

Sebelumnya, Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, mengungkap adanya ketegangan ketika pihaknya menyampaikan pandangan mengenai persoalan hukum, termasuk kesepakatan dalam Akta 39.

"Secara mendadak S bangkit langsung tuding-tuding saya 'Bapak, bayangkan kalau bapak punya anak perempuan..' saya bilang 'loh Anda tenang, Anda duduk, Anda tidak boleh mengintervensi saya berbicara, karena ini masih hak saya untuk berbicara, saya di sini berbicara tentang hukum'," ungkap Minola. 

Dengan adanya perbedaan versi mengenai apa yang terjadi di ruang mediasi, kegagalan proses tersebut kembali memperlihatkan bahwa persoalan antara Ruben Onsu dan Sarwendah belum menemukan titik temu, khususnya terkait pengasuhan serta pertemuan dengan anak-anak mereka.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Tag Terkait: