Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Menteri Jerman dan Wamenkes Kunjungi Pabrik Bayer Indonesia di Cimanggis, Tinjau Produksi 1,2 Miliar Tablet MMS per Tahun

Menteri Jerman dan Wamenkes Kunjungi Pabrik Bayer Indonesia di Cimanggis, Tinjau Produksi 1,2 Miliar Tablet MMS per Tahun Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Bayer Indonesia menerima kunjungan Menteri Federal Jerman untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Reem Alabali Radovan, Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia Dante Saksono Harbuwono, serta Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ralf Beste di fasilitas manufaktur healthcare Bayer di Cimanggis.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda delegasi Jerman di Indonesia untuk memperkuat kemitraan strategis, khususnya dalam transisi energi dan kerja sama dengan sektor swasta. Fasilitas Bayer di Cimanggis turut menjadi contoh sinergi Indonesia-Jerman dalam mendukung agenda dekarbonisasi sekaligus memperkuat industri kesehatan.

Sebagai salah satu fasilitas manufaktur kesehatan strategis global Bayer, pabrik di Cimanggis tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga mengekspor produknya ke lebih dari 42 negara.

Reem Alabali Radovan mengatakan, kerja sama Jerman dan Indonesia memiliki komitmen terhadap pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif. Menurutnya, fasilitas Bayer di Cimanggis menunjukkan bagaimana investasi berkelanjutan dan inovasi dapat memberikan manfaat melalui pengembangan energi terbarukan, penguatan industri lokal, serta peningkatan kapabilitas manufaktur yang mendukung kesehatan ibu dan anak.

Ia menilai berbagai upaya tersebut dapat menciptakan dampak berkelanjutan bagi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan jangka panjang. Melalui kebijakan pembangunan, Jerman juga berupaya membangun kemitraan baru dengan negara mitra, termasuk dengan melibatkan perusahaan-perusahaan Jerman secara sistematis.

Sementara itu, Dante Saksono Harbuwono menilai kehadiran Bayer di Indonesia merupakan contoh kemitraan jangka panjang antara pemerintah dan sektor industri yang dapat mendukung prioritas kesehatan nasional.

Dante menyebut Kementerian Kesehatan menargetkan program nasional dapat menjangkau 4,9 juta ibu hamil setiap tahun. Untuk memenuhi target tersebut, pemerintah membutuhkan pasokan Multiple Micronutrient Supplements (MMS) yang berkualitas, andal, dan konsisten.

Head of Bayer Supply Center Healthcare Cimanggis Priscilla Silvan Praritza mengatakan kunjungan tersebut mencerminkan komitmen jangka panjang PT Bayer Indonesia dalam mendukung agenda pembangunan nasional.

Melalui inovasi dan investasi berkelanjutan, Bayer terus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat manufaktur produk kesehatan yang dibutuhkan pasar domestik maupun global.

Dalam kunjungan tersebut, delegasi juga meninjau instalasi panel surya atap di fasilitas Cimanggis. Instalasi dengan luas 1,66 hektare itu memiliki kapasitas 2.054 kWp dan disebut sebagai salah satu fasilitas tenaga surya terbesar di antara perusahaan farmasi multinasional di Indonesia.

Panel surya tersebut mampu menyuplai sekitar 43 persen kebutuhan energi fasilitas sekaligus mengurangi emisi karbon hingga 2.073 ton CO₂ per tahun.

Baca Juga: 250 Perusahaan Jerman Beroperasi di RI, Investasi Capai US$1,23 Miliar

Selain aspek energi, delegasi meninjau fasilitas produksi MMS. Bayer telah menginvestasikan Rp99 miliar untuk lini produksi, termasuk MMS dan kegiatan penelitian dan pengembangan (R&D), guna memperkuat kapabilitas manufaktur lokal.

Fasilitas tersebut memproduksi suplemen prenatal berstandar UNIMMAP yang mengandung 15 vitamin dan mineral esensial bagi ibu hamil. Kapasitas produksinya mencapai 1,2 miliar tablet MMS per tahun dalam kemasan botol dan blister.

Penguatan kapasitas produksi MMS tersebut diarahkan untuk mendukung prioritas pemerintah Indonesia dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak, sekaligus memperkuat peran fasilitas manufaktur Cimanggis dalam memenuhi kebutuhan produk kesehatan di dalam negeri dan pasar ekspor.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: