Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Tabungan Simpeda Tembus Rp74,86 Triliun, Asbanda Dorong BPD Makin Dekat dengan Masyarakat Lewat Transformasi Digital

Tabungan Simpeda Tembus Rp74,86 Triliun, Asbanda Dorong BPD Makin Dekat dengan Masyarakat Lewat Transformasi Digital Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Tabungan Simpeda memasuki babak baru. Produk tabungan bersama Bank Pembangunan Daerah (BPD) se-Indonesia itu mencatat saldo sekitar Rp74,86 triliun per Juni 2026.

Capaian tersebut menjadi pijakan bagi Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) untuk memperkuat Simpeda agar tidak hanya menjadi produk simpanan, tetapi juga semakin digital, transaksional, dan relevan dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Ketua Umum Asbanda Agus H. Widodo mengatakan, besarnya saldo Simpeda tidak semata-mata menunjukkan dana yang berhasil dihimpun BPD. Menurut dia, angka tersebut juga mencerminkan tingkat kepercayaan masyarakat kepada BPD di seluruh Indonesia.

"Rp75 triliun bukan sekadar angka di neraca. Di belakangnya terdapat kepercayaan masyarakat. Dana tersebut dihimpun dari masyarakat, dikelola secara prudent oleh BPD, kemudian diintermediasikan kembali menjadi pembiayaan bagi masyarakat, UMKM dan dunia usaha untuk menggerakkan ekonomi daerah," ujar Agus pada Malam Puncak Penarikan Undian Nasional Tabungan Simpeda Periode XXXVII di Bengkulu.

Menurut Agus, tantangan Simpeda ke depan bukan sekadar meningkatkan jumlah rekening maupun saldo. Perubahan perilaku masyarakat membuat layanan perbankan dituntut semakin mudah, cepat, aman, dan terhubung dengan berbagai kebutuhan sehari-hari.

Karena itu, Asbanda mendorong BPD untuk terus meningkatkan pengalaman digital Simpeda sekaligus memperluas penggunaannya untuk pembayaran, transfer, belanja, transaksi merchant, hingga berbagai layanan finansial lainnya.

"Simpeda ke depan tidak cukup hanya menjadi tempat menabung. Kami ingin Simpeda semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat—semakin modern, semakin digital dan semakin mudah digunakan, tanpa kehilangan kekuatan utamanya, yaitu kedekatan dengan masyarakat daerah," kata Agus.

Transformasi tersebut diharapkan turut memperkuat Simpeda sebagai salah satu sumber dana ritel yang sehat dan berkelanjutan bagi BPD. Dengan demikian, dana yang dihimpun dapat terus mendukung fungsi intermediasi dan pembiayaan ekonomi di daerah.

Salah satu kekuatan Simpeda terletak pada statusnya sebagai produk bersama 27 BPD di seluruh Indonesia. Asbanda menilai jaringan tersebut menjadi pembeda yang perlu terus diperkuat.

Setiap BPD memiliki pemahaman, kedekatan, dan jaringan yang kuat di wilayah masing-masing. Jika kekuatan tersebut semakin terkoneksi, Simpeda dinilai berpotensi berkembang menjadi salah satu jaringan perbankan ritel nasional yang bertumpu pada kekuatan daerah.

"Positioning yang ingin kita bangun sangat jelas: Simpeda berakar kuat di daerah, tetapi terhubung secara nasional. Kekuatan lokal 27 BPD jika semakin kita hubungkan akan menjadi kekuatan finansial nasional yang besar," ujar Agus.

Asbanda juga akan mendorong penguatan inovasi produk, pengalaman digital, ekosistem merchant dan pembayaran, serta kualitas layanan. Langkah tersebut diarahkan agar Simpeda semakin relevan bagi berbagai kelompok masyarakat, termasuk generasi muda.

Malam Puncak Penarikan Undian Nasional Tabungan Simpeda Periode XXXVII di Bengkulu turut menjadi momentum memperkuat kedekatan BPD dengan masyarakat. Sekitar 30 ribu masyarakat memadati rangkaian acara malam puncak tersebut.

Kehadiran keluarga besar BPD dari berbagai wilayah Indonesia juga menciptakan aktivitas ekonomi bagi Bengkulu. Dampaknya dirasakan sejumlah sektor, mulai dari perhotelan, kuliner, transportasi, perdagangan, UMKM, hingga berbagai layanan lokal lainnya.

Agus mengatakan, aktivitas tersebut mencerminkan filosofi yang ingin terus dibangun BPD, yakni setiap kehadiran BPD harus memberikan manfaat bagi perekonomian daerah dan masyarakat.

"BPD lahir dari daerah dan tumbuh bersama daerah. Karena itu, setiap aktivitas BPD sedapat mungkin harus menciptakan manfaat dan ikut menggerakkan ekonomi masyarakat di daerah," katanya.

Agus menegaskan, Undian Nasional Simpeda merupakan bentuk apresiasi kepada nasabah. Namun, hubungan antara BPD dan masyarakat harus dibangun lebih jauh dari sekadar program hadiah.

Baca Juga: Jangan Biarkan Nganggur! Asbanda Dorong Dana Pemerintah di BPD jadi Multiplier Ekonomi

"Hadiah terbesar bagi nasabah bukan hanya undian. Hadiah terbesar yang harus diberikan BPD setiap hari adalah kepercayaan, keamanan, kemudahan dan pelayanan yang semakin baik," tegas Agus.

Asbanda optimistis transformasi Simpeda akan semakin memperkuat peran BPD sebagai bank yang dekat dengan masyarakat sekaligus salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah Indonesia.

"Dana tumbuh dari masyarakat, dikelola oleh BPD, dan kembali kepada masyarakat untuk membangun daerah. Itulah kekuatan Simpeda. Dari daerah kita tumbuh bersama masyarakat, dan dengan kekuatan 27 BPD kita terhubung untuk membangun Indonesia," pungkas Agus.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat