Kecap Produksi Jabar Tembus Pasar Eropa, Ekspor Perdana ke Belanda Capai USD51.550
Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Sementara itu, Direktur PT Oishii Food Indonesia, Nurjannah Dongoran menjelaskan perusahaan menghadapi tantangan saat menyesuaikan formulasi kecap dengan selera konsumen Belanda.Perusahaan melakukan beberapa kali pengujian sampel sebelum buyer menerima formula yang ditawarkan.
"Kami sedikit mendapat tantangan karena membuat formulasi yang berbeda dari produk yang biasa kami produksi. Kami melakukan sampel beberapa kali dan ketika sampel kedua, alhamdulillah formulasi kami sudah bisa diterima," ujarnya.
Perusahaan mengirim satu kontainer berukuran 20 kaki dengan muatan sekitar 20 ton dalam ekspor perdana ke Belanda tersebut. Kecap yang dikirim memiliki lima varian cita rasa dan tersedia dalam ukuran 350 mililiter serta 1 liter.
Berbeda dengan produk yang beredar di pasar domestik, perusahaan menyesuaikan formula Kecap Oishii untuk memenuhi permintaan konsumen Belanda. Produk ekspor tersebut juga menggunakan rempah yang menjadi bagian dari karakter rasa yang diminati pasar tujuan.
PT Oishii Food Indonesia juga telah memiliki pengalaman ekspor ke Arab Saudi. Perusahaan menyebut telah mengirim sekitar enam kontainer ke negara tersebut dan terus menjaga konsistensi pasokan.
Perusahaan berharap pasar Belanda dapat berkembang menjadi pasar ekspor berkelanjutan. Selain mempertahankan produk yang sudah diterima buyer, perusahaan juga menyiapkan pengembangan produk lain sesuai kebutuhan pasar internasional.
Dari sisi produksi, perusahaan saat ini mampu mengerjakan sekitar satu kontainer per bulan dengan kapasitas sekitar 20-23 ton. Tantangan berikutnya adalah memperluas pasar agar kapasitas produksi tersebut dapat terserap secara konsisten.
Perluasan pasar juga berpotensi meningkatkan penyerapan bahan baku lokal. Perusahaan berharap peningkatan permintaan dapat mendorong lebih banyak petani menanam dan memasok kedelai lokal.
Pengembangan bisnis tersebut sekaligus membuka peluang penyerapan tenaga kerja.
"PT Oishii Food Indonesia mengandalkan tim yang mayoritas berasal dari kalangan muda dan dapat menambah tenaga kerja harian ketika mendapatkan proyek dengan kebutuhan produksi lebih besar,"jelasnya
Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM RI Bagus Rachman mengatakan pemerintah terus mendorong UMKM agar naik kelas melalui penguatan kapasitas dan daya saing.
"Kementerian UMKM RI memiliki berbagai program untuk mendorong para pelaku UMKM agar terus naik kelas. Ke depan, sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Bank Indonesia, akan terus diperkuat," kata Bagus.
Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat sebelumnya memberikan sejumlah fasilitasi kepada PT Oishii Food Indonesia, antara lain melalui Rolling Exhibition Osaka Export, Karya Kreatif Jawa Barat, Karya Kreatif Indonesia, serta business matching KKI 2025.
Baca Juga: IEU CEPA Buka 90% Pos Tarif Jadi Nol, Ekspor Indonesia ke Eropa Makin Mudah
Rangkaian fasilitasi tersebut mempertemukan produk lokal dengan calon pembeli dari luar negeri hingga menghasilkan transaksi konkret. Ekspor perdana Kecap Oishii ke Belanda kini menjadi salah satu contoh bagaimana pengembangan UMKM dapat berlanjut dari promosi produk menuju realisasi perdagangan internasional.
Ke depan, PT Oishii Food Indonesia menargetkan peningkatan kapasitas produksi sekaligus perluasan pasar. Perusahaan juga akan menjaga kualitas, konsistensi pasokan, serta mengembangkan produk sesuai kebutuhan konsumen di negara tujuan.
Bank Indonesia Jawa Barat berharap keberhasilan tersebut mendorong lebih banyak UMKM di Jawa Barat untuk mengikuti jejak PT Oishii Food Indonesia dengan memperkuat kapasitas produksi, membangun jejaring bisnis, dan memanfaatkan peluang pasar global.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Rahmat Saepulloh
Editor: Fajar Sulaiman
Tag Terkait: