Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

BI Rate Diprediksi Masih Bisa Naik Lagi hingga Akhir 2026

BI Rate Diprediksi Masih Bisa Naik Lagi hingga Akhir 2026 Kredit Foto: Pixabay
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bank Indonesia (BI) diprediksi masih memiliki ruang untuk menaikan suku bunga acuan (BI Rate) satu kali lagi hingga akhir 2026. 

WM Business Development & Market Research Head PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) Lanjar Nafi Taulat Ibrahimsyah mengatakan kenaikan BI Rate masih diperlukan untuk merespons perkembangan inflasi dan kondisi eksternal. CIMB Niaga bersama Bloomberg memperkirakan BI Rate masih berpotensi naik satu kali.

“Untuk BI rate, CIMB Niaga dan Bloomberg memperkirakan BI rate masih bisa naik satu kali. Ini kemarin saya coba make sure ke tim ekonomi CIMB Niaga dan mereka memang masih konservatif, masih satu kali kenaikan lagi. Tapi saya coba tanya tahun-tahun depan, kemungkinan tahun depan sudah tidak naik lagi. Yang artinya, ini suku bunga sudah mulai mendekati puncak," ujarnya dalam acara Wealth XPO CIMB Niaga di Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Menurut Lanjar, proyeksi tersebut juga mempertimbangkan kondisi inflasi Indonesia yang saat ini berada di level 2,88%. Sementara itu, proyeksi inflasi berada pada kisaran 3%-4%.

“Saat ini inflasinya di 2,88%, itu kecil. Karena secara forecast, inflasi kita itu 4 sampai 3%. Yang artinya, inflasi kita saat ini tertekan akibat suku bunga yang dinaikkan terus-menerus. Tahun ini, kita sudah mengalami kenaikan suku bunga berapa? 1% lebih. Bahkan nanti mau naik lagi. Dengan kenaikan suku bunga yang terus-menerus terjadi, ini menekan tingkat inflasi di kuartal kedua,” kata Lanjar.

Meski demikian, Lanjar memperkirakan inflasi masih berpotensi meningkat hingga akhir 2026. Pergerakan tersebut dipengaruhi oleh kondisi eksternal, termasuk faktor geopolitik dan sentimen pasar.

Dari sisi kebijakan moneter, Bank Indonesia sebelumnya telah menaikkan BI Rate sebanyak tiga kali dalam kurun waktu dua bulan hingga pertengahan 2026. Posisi BI Rate kemudian berada di level 5,75%.

Baca Juga: Destry Klaim BI Rate Tinggi Berhasil Tarik Modal Asing US$9 Miliar

Baca Juga: Ekonom Bongkar Isu Panas: BI Rate 5,75% Diduga Picu Perselisihan Perry vs Purbaya

Baca Juga: BI Rate Tetap, Ekonom: Bank Sentral Jaga Keseimbangan Stabilitas & Pertumbuhan

Bank Indonesia terakhir mempertahankan BI Rate sebesar 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 18-19 Agustus 2026.

Pelaksana Tugas (Pjs.) Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan keputusan tersebut diambil dalam RDG yang berlangsung pada 18-19 Agustus 2026.

"Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada tanggal 18 dan 19 Agustus 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 5,75%," ujar Destry dalam konferensi pers virtual, Rabu (19/8/2026).

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri