Massa Demo DPR Sempat Masuk Tol Dalam Kota, Aksi Dipicu Persoalan Akses Logistik
Kredit Foto: Ist
Sejumlah massa yang menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Jakarta, sempat memasuki Tol Dalam Kota pada Kamis (27/8/2026). Massa masuk ke ruas tol setelah mendesak polisi membuka akses logistik menuju lokasi demonstrasi.
Peristiwa tersebut bermula ketika massa meminta akses dari Jalan Gerbang Pemuda menuju depan Gedung DPR RI dibuka. Setelah permintaan itu belum terpenuhi, massa kemudian bergerak berbondong-bondong ke arah Jalan Gerbang Pemuda.
Puluhan orang dari massa aksi kemudian sempat masuk ke Tol Dalam Kota. Kehadiran massa di ruas tol tersebut membuat arus lalu lintas sempat tersendat.
Setelah beberapa saat, massa meninggalkan Tol Dalam Kota dan bergerak menuju kawasan bawah Fly Over Senayan. Di lokasi tersebut, mereka kembali meminta polisi membuka blokade agar kendaraan yang membawa logistik dapat melintas.
Hingga berita ini ditulis, massa masih melakukan negosiasi dengan pihak kepolisian. Mereka berupaya mencari jalan keluar agar kebutuhan logistik untuk peserta aksi tetap dapat masuk ke kawasan demonstrasi.
Persoalan akses logistik tersebut terjadi di tengah aksi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) dan sejumlah elemen masyarakat yang menggelar demonstrasi di depan Gedung DPR RI. Massa membawa sejumlah tuntutan yang disampaikan melalui orator dari atas mobil komando.
Ada dua tuntutan utama yang disuarakan dalam aksi tersebut. Massa mendesak DPR dan pemerintah segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset serta menerapkan hukuman mati bagi koruptor.
Baca Juga: Bukan Massa Demo, 65 Orang Diamankan Polisi Diduga Hendak Bikin Rusuh di Aksi DPR
Di sisi lain, pengamanan aksi dilakukan secara besar-besaran oleh kepolisian. Sebanyak 18.504 personel polisi disiapkan untuk mengamankan demonstrasi yang berlangsung di sejumlah titik di wilayah Jakarta Pusat.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold E.P. Hutagalung mengatakan pengamanan dilakukan dengan mengedepankan pendekatan humanis. Polisi juga memastikan personel yang bertugas tidak membawa senjata api maupun senjata tajam.
"Kami hadir untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh masyarakat yang menyampaikan aspirasi. Anggota yang bertugas tidak membawa senjata api maupun senjata tajam. Kami mengedepankan pendekatan humanis, komunikasi, dan persuasif dalam melayani masyarakat," kata Reynold dalam keterangannya.
Situasi di sekitar Gedung DPR RI pun masih terus dipantau aparat. Polisi dan massa aksi masih berkomunikasi untuk menjaga agar penyampaian aspirasi tetap berlangsung tanpa mengganggu ketertiban dan aktivitas masyarakat secara lebih luas.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama
Tag Terkait: