Wamendiktisaintek: Transisi Ekonomi Hijau Buka Lapangan Kerja Baru, SDM jadi Tantangan
Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Kebutuhan tersebut juga menjadi perhatian Kementerian Ketenagakerjaan. Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor mengatakan, green jobs berpotensi menyerap tenaga kerja baru, tetapi harus diisi oleh pekerja dengan keterampilan yang sesuai.
"Green job ini banyak akan menempatkan tenaga kerja baru yang tentunya bermanfaat untuk anak-anak kita. Tapi dengan catatan, harus diisi dengan skill dan kompetensi yang memadai sesuai dengan job yang akan ditempati," ujar Afriansyah.
Menurutnya, peluang tersebut tidak hanya muncul dari sektor energi terbarukan, tetapi juga sektor lain yang berkaitan dengan ekonomi hijau, termasuk pengelolaan sampah.
Afriansyah mencontohkan, fasilitas pengolahan sampah dengan kapasitas tertentu dapat menciptakan sekitar 80 lapangan pekerjaan.
"Misalkan kita membuat pay scale industri pengolahan sampah. Di situ ada job-job. Jadi, satu pengolahan sampah dengan sekian ton itu bisa menghasilkan sekitar 80-an tenaga kerja, misalkan," kata Afriansyah.
Untuk memastikan peluang tersebut dapat diisi tenaga kerja lokal, pemerintah mendorong pelatihan, reskilling, dan upskilling, termasuk sertifikasi kompetensi.
"SDM kita perlu kita latih, perlu diadakan pelatihan, reskilling dan upskilling, sehingga mereka punya kompetensi yang memadai dan sertifikasi yang memadai soal green job ini," katanya.
Kementerian Ketenagakerjaan juga akan berkolaborasi dengan kementerian/lembaga dan pemangku kepentingan untuk memperkenalkan jenis pekerjaan yang akan tumbuh seiring transisi ekonomi hijau.
"Anak-anak kita perlu komunikasi dan informasi yang memadai serta awareness mengenai posisi-posisi yang akan disiapkan dan job-job yang disiapkan dalam energi terbarukan," kata dia.
Persiapan SDM tersebut pada akhirnya tidak dapat dilakukan oleh pemerintah atau perguruan tinggi secara sendiri-sendiri. Kebutuhan industri, kebijakan pemerintah, kemampuan akademisi, dan talenta muda perlu dipertemukan dalam satu ekosistem.
Baca Juga: MUTU Greenomics Festival 2026 Digelar 24 Agustus, Bidik Potensi Ekonomi Hijau Miliaran Dolar
Chairman Indonesia Sustainability 360 Forum 2026, Unggul Yoga Ananta, mengatakan persoalan tersebut menjadi salah satu tantangan dalam mempercepat transformasi ekonomi hijau di Indonesia.
Menurut Unggul, Indonesia sebenarnya telah memiliki berbagai modal, mulai dari kebijakan, teknologi, sumber daya alam, dunia usaha hingga talenta muda. Namun, berbagai potensi tersebut belum sepenuhnya terhubung.
"Indonesia memiliki potensi besar dari sisi kebijakan, teknologi, hingga sumber daya. Tantangannya adalah menyelaraskan langkah (alignment) antara dunia usaha, korporasi, pemerintah, dan talenta muda," ujar Unggul.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Rahmat Saepulloh
Editor: Fajar Sulaiman