Wamendiktisaintek: Transisi Ekonomi Hijau Buka Lapangan Kerja Baru, SDM jadi Tantangan
Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Menurutnya, kesenjangan atau missing link antar-pemangku kepentingan tersebut perlu dipersempit agar potensi ekonomi hijau dapat diterjemahkan menjadi peluang ekonomi dan pekerjaan yang nyata.
Atas dasar itu, Indonesia Sustainability 360 Forum 2026 digelar pada 26-27 Agustus 2026 dengan tema Indonesia's Green Economy Leap: Transforming the Future of Competitiveness.
Forum tersebut mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, investor, akademisi, dan talenta muda untuk memperkuat konektivitas sekaligus mendorong kolaborasi dalam transformasi ekonomi hijau.
"Forum ini hadir sebagai platform kolaborasi nasional untuk mencapai target keberlanjutan 2029 yang penuh tantangan," ujar Unggul.
Selain penciptaan lapangan kerja, transformasi menuju ekonomi hijau juga diarahkan untuk membangun insentif ekonomi bagi dunia usaha agar semakin banyak mengadopsi praktik ramah lingkungan.
Pemerintah tengah memfinalisasi skema insentif dan disinsentif dalam ekosistem ekonomi karbon, termasuk mekanisme perdagangan emisi.
Dalam skema tersebut, pelaku usaha akan memiliki batas maksimum emisi (emissions cap). Perusahaan yang menghasilkan emisi melebihi batas yang ditetapkan nantinya diwajibkan membeli kredit emisi melalui mekanisme pasar.
Baca Juga: Ada Posisi Copy Writer hingga Videografer, Kemdiktisaintek Buka Magang Batch 3 2026
Skema tersebut diharapkan tidak hanya menekan emisi, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi baru yang mendorong investasi dan kegiatan usaha ramah lingkungan.
Dengan demikian, pengembangan green jobs bukan sekadar soal menciptakan jenis pekerjaan baru.
"Keberhasilannya bergantung pada kemampuan Indonesia menyiapkan talenta, mempertemukan pendidikan dengan kebutuhan industri, serta membangun ekosistem ekonomi hijau yang memberikan ruang bagi tumbuhnya pekerjaan dan industri baru,"pungkasnya
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Rahmat Saepulloh
Editor: Fajar Sulaiman