Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Danantara Guyur Investasi Rp17,7 Triliun untuk Kredit Swasta di Swiss

Oleh: Bloomberg

Danantara Guyur Investasi Rp17,7 Triliun untuk Kredit Swasta di Swiss Kredit Foto: Uswah Hasanah
Warta Ekonomi, Jakarta -

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menyalurkan mandat private credit senilai US$1 miliar atau setara Rp17,75 triliun (kurs Rp17.750 per dolar AS) kepada perusahaan manajemen aset asal Swiss, Partners Group.

Danantara mengalokasikan US$600 juta di antaranya untuk diinvestasikan sebagai pinjaman langsung (direct lending), sementara USD400 juta lainnya sebagai discretionary tranche yang bakal dikelola oleh Partners Group.

Suntikan investasi kepada Partners Group ini dibenarkan oleh CIO Danantara, Pandu Sjahrir, tapi yang bersangkutan belum mau membocorkan nilai transaksinya. 

"Investasi di Partners Group ditujukan untuk peluang pinjaman langsung di seluruh Asia, khususnya Indonesia," kata Pandu seperti dikutip dari Bloomberg, Kamis (27/8/2026).

Langkah pembiayaan tersebut diklaim merupakan bagian dari upaya Danantara untuk berinvestasi baik di dalam maupun luar negeri.

"Kami memperkirakan investasi ini akan menghasilkan imbal hasil yang baik dan memungkinkan adanya transfer pengetahuan yang akan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia," sambung Pandu. 

Adapun suntikan investasi ini dilakukan seraya target penambahan pemasukan dari badan usaha milik negara (BUMN) ke depan bisa terus meningkat. 

COO Danantara, Dony Oskaria optimistis kinerja BUMN di bawah asuhannya bisa terus melejit. Bahkan, ia percaya diri mampu mengantongi perolehan laba di atas perusahaan pengelola aset milik Pemerintah Singapura, Temasek Holdings. 

Dony memproyeksikan laba bersih BUMN dapat mencapai Rp360 triliun pada 2026. Jika tercapai, itu bakal melampaui capaian Temasek dengan realisasi laba bersih di kisaran Rp136 triliun. 

Baca Juga: Bos Danantara Bidik Laba BUMN Terus Melejit hingga Tembus Rp450 Triliun

Baca Juga: Danantara Bongkar Kondisi Data Center RI, Antrean Bisa 1 Tahun

Baca Juga: Danantara Resmi Mulai Proyek Sulap Sampah jadi Listrik di Kota Bekasi

"Jadi kalau secara size daripada net income tentu kita sudah lebih besar daripada Temasek. Tahun ini kita harapkan kita Rp360 triliun, hampir dua kali lipat daripada dua kali lipat dari Temasek. Dari Rp 136 triliun ke Rp 360 triliun," ujar Dony beberapa waktu lalu. 

Target tersebut diyakini bakal melanjutkan tren positif perusahaan pelat merah dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan laporan sebelumnya, total laba konsolidasi seluruh BUMN pada 2023 mencapai Rp292 triliun, naik 15% dibandingkan 2022 sebesar Rp254 triliun. 

Gabungan laba BUMN tersebut sempat terkoreksi menjadi Rp186 triliun pada 2024,  namun kemudian melambung hingga Rp326 triliun pada tahun lalu di 2025.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Editor: Dian Ihsan