Trump Perintahkan AL AS Tinggalkan Teknologi Peluncur Canggih, Pilih Kembali ke Ketapel Uap Lama
Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
Doris Miller diperkirakan diserahkan ke AL AS tahun 2034 setelah penundaan bertahun-tahun.
Baik EMALS maupun ketapel uap melakukan tugas yang sama. Keduanya memastikan jet tempur berakselerasi dengan sangat cepat dalam jarak yang sangat pendek sehingga dapat meluncur dari dek kapal induk, alih-alih membutuhkan landasan pacu yang panjang.
Namun, ketimbang menggunakan piston uap, EMALS menggunakan motor induksi linier untuk membuat jet mencapai kecepatan lepas landas yang tepat dalam waktu yang sangat singkat. Motor ini menggunakan tenaga dari reaktor nuklir di kapal induk untuk melepaskan pulsa magnetik dan mendorong pesawat ke depan.
Sedangkan ketapel uap menyalurkan uap ke dalam silinder di bawah dek yang masing-masing berisi piston. Uap bertekanan tinggi ini memaksa piston maju ke depan.
Karena piston tersebut dihubungkan dengan shuttle peluncur di dek penerbangan, gerakan ini akan menarik pesawat dengan cepat sehingga bisa meluncur. Kapal induk terbaru China, Tipe 003 Fujian, menggunakan EMALS.
Sementara itu, kapal induk Charles de Gaulle milik Prancis menggunakan ketapel uap rancangan AS. Namun, Paris dilaporkan berencana menggunakan EMALS di kapal induk masa depan.
EMALS dipuji karena tekanannya lebih ringan pada pesawat dan bisa bersiap sangat cepat ketika pesawat harus segera mengudara. Meski demikian, EMALS merupakan teknologi jauh lebih baru, sedangkan AL AS berpengalaman puluhan tahun dengan ketapel uap.
EMALS sempat mengalami beberapa masalah awal, namun saat ini telah digunakan luas.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy
Tag Terkait: