Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Optimalkan Dana Abadi Umat, BPKH Salurkan Bantuan Bencana ke Sejumlah Wilayah NTT

Optimalkan Dana Abadi Umat, BPKH Salurkan Bantuan Bencana ke Sejumlah Wilayah NTT Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) melalui Program Kemaslahatan mulai menyalurkan ribuan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bantuan yang disalurkan mencakup kebutuhan dasar hingga layanan kesehatan, mulai dari pangan, air bersih, perlengkapan kebersihan, hunian sementara, hingga pelayanan medis. Penyaluran dilakukan secara bertahap sejak 26 Agustus 2026 melalui Program Tanggap Bencana.

Dalam pelaksanaannya, BPKH menggandeng tiga Mitra Kemaslahatan, yakni PPPA Daarul Qur’an, DT Peduli, dan Rumah Zakat. Ketiganya membantu menyalurkan bantuan di sejumlah kabupaten terdampak dengan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Adapun bantuan yang disalurkan meliputi 9.000 porsi makanan dan air melalui dapur umum, dukungan distribusi air bersih di tiga titik termasuk penyediaan air dan toren, serta 900 paket sembako.

Selain itu, BPKH menyalurkan 900 paket Hygiene Kit, 900 paket Shelter Kit, membuka enam titik pelayanan kesehatan, serta menyediakan 900 pcs abon kemasan dan 900 pcs rendang kaleng.

Dari sisi wilayah, PPPA Daarul Qur’an mendukung penyaluran bantuan di Kabupaten Ngada dan Kabupaten Manggarai Timur. DT Peduli menyalurkan bantuan di Kabupaten Sikka, Kabupaten Manggarai, dan Kabupaten Manggarai Barat. Sementara Rumah Zakat mendukung penyaluran di Kabupaten Nagekeo dan Kabupaten Manggarai Timur.

Kepala Badan Pelaksana BPKH Fadlul Imansyah mengatakan penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen BPKH untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang menghadapi kondisi darurat akibat bencana.

“Melalui nilai manfaat Dana Abadi Umat (DAU), BPKH menjalankan amanat untuk menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat di seluruh Indonesia. Salah satunya melalui Program Tanggap Bencana, sebagai bentuk kepedulian dan ikhtiar untuk membantu masyarakat terdampak agar dapat bangkit dan pulih bersama,” ujar Fadlul.

Menurut Fadlul, penanganan bencana membutuhkan kolaborasi berbagai pihak agar bantuan dapat menjangkau masyarakat secara efektif dan sesuai kebutuhan. Karena itu, BPKH menggandeng Mitra Kemaslahatan yang memiliki kapasitas dan jaringan pelaksanaan di wilayah terdampak.

Baca Juga: Kasus Korupsi Haji Yaqut Cholil, Dua Petinggi BPKH Penuhi Panggilan sebagai Saksi

“Bersama hadir untuk pemulihan NTT. Kami berharap dukungan ini dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung proses pemulihan di wilayah terdampak,” katanya.

Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi upaya memperluas jangkauan manfaat Program Kemaslahatan agar bantuan dapat diberikan secara tepat sasaran dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Program Kemaslahatan merupakan program penyaluran nilai manfaat Dana Abadi Umat oleh BPKH yang diarahkan untuk memberikan dampak bagi umat melalui berbagai sektor prioritas. Pelaksanaannya dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan regulasi.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat