Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pemukulan Muktamirin Terjadi di Luar Arena Muktamar NU di Jombang

Pemukulan Muktamirin Terjadi di Luar Arena Muktamar NU di Jombang Kredit Foto: Antara/ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/aww.
Warta Ekonomi, Jakarta -

Panitia Lokal (Panlok) Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) memastikan dugaan pemukulan terhadap peserta muktamar tidak terjadi di arena utama Muktamar NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.

Ketua Panlok Muktamar Ke-35 NU KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq mengatakan insiden tersebut terjadi di sebuah hotel di luar lokasi kegiatan resmi muktamar.

"Terkait narasi adanya kekerasan terkait dengan muktamar, saya tegaskan itu tidak benar. Kejadian tersebut terjadi di luar arena muktamar," ujar Gus Rozaq seperti dikutip dari nu.online.

Menurut Gus Rozaq, berdasarkan informasi yang diterima panitia lokal, lokasi kejadian berada di sebuah hotel di kawasan Jalan Kepatihan, Kecamatan Jombang.

Lokasi tersebut berbeda dengan arena utama Muktamar Ke-35 NU yang berada di kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.

Korban dalam kasus tersebut disebut merupakan pengurus NU yang berstatus sebagai delegasi resmi Muktamar Ke-35. Namun, Gus Rozaq menegaskan kejadian berlangsung di penginapan yang berada di luar area pengamanan panitia.

Berdasarkan laporan yang diterima Satreskrim Polres Jombang, korban sekaligus pelapor dalam kasus tersebut adalah Muhammad Nasir Irfan. Sementara Imam Bukhari tercatat sebagai saksi dan Alwan Saputra, yang disebut sebagai Ketua PWNU Kalimantan Utara, tercatat sebagai pihak terlapor.

Panlok belum memastikan motif dugaan pemukulan tersebut. Menurut Gus Rozaq, pihaknya tidak dapat menyimpulkan apakah insiden berkaitan dengan dinamika Muktamar atau persoalan pribadi.

Hal itu lantaran peristiwa terjadi di luar lokasi kegiatan dan penginapan tersebut bukan fasilitas yang disediakan panitia lokal.

Panlok Serahkan Kasus kepada Polisi

Gus Rozaq mengatakan kasus dugaan pemukulan tersebut telah masuk ke ranah hukum sehingga proses selanjutnya diserahkan kepada aparat kepolisian.

"Perkembangan kasus ini ya kami berharap diselesaikan. Kalau memang sudah di ranah kepolisian, ya ikuti proses yang berjalan,” katanya.

Sebelumnya, bakal calon Ketua Umum PBNU KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam mengungkap dugaan pemukulan terhadap seorang pengurus PCNU.

Gus Salam menyebut tindakan tersebut diduga dilakukan oleh oknum pengurus wilayah dan berkaitan dengan perbedaan arah dukungan dalam dinamika pemilihan Ketua Umum PBNU.

Kasus dugaan pemukulan tersebut kini ditangani Polres Jombang. Sementara Panlok menegaskan insiden itu tidak berlangsung di arena utama Muktamar Ke-35 NU dan berharap proses hukum berjalan sesuai ketentuan.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat