Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Negara dengan Keragaman Agama Tertinggi di Dunia, Nomor 1 Ternyata Tetangga Indonesia

Negara dengan Keragaman Agama Tertinggi di Dunia, Nomor 1 Ternyata Tetangga Indonesia Kredit Foto: Reuters/Edgar Su
Warta Ekonomi, Jakarta -

Keragaman agama menjadi salah satu wajah menarik dari kehidupan masyarakat di berbagai negara. Menariknya, negara dengan tingkat keragaman agama tertinggi di dunia ternyata berada tak jauh dari Indonesia dan dikenal sebagai salah satu negara dengan masyarakat multietnis di Asia Tenggara.

Berdasarkan studi Pew Research Center mengenai keragaman agama pada 2020, sejumlah negara tercatat memiliki komposisi penduduk yang relatif tersebar ke berbagai kelompok agama. Singapura menempati posisi teratas dengan skor Religious Diversity Index (RDI) mencapai 9,25 atau masuk kategori sangat tinggi.

Meski umat Buddha menjadi kelompok agama terbesar dengan 31 persen populasi, komposisi masyarakatnya juga diisi oleh kelompok yang tidak berafiliasi secara agama sebesar 20 persen, Kristen 19 persen, Muslim 16 persen, Hindu 5 persen, serta penganut agama lainnya sebesar 9 persen.

Baca Juga: Stasiun Karet Ditutup untuk Commuter Line, Penumpang Mulai Besok Wajib Geser

Komposisi tersebut menunjukkan betapa beragamnya kehidupan keagamaan di negara yang secara geografis bertetangga dengan Indonesia. Tidak ada satu kelompok agama yang mendominasi hingga mendekati seluruh populasi, sehingga berbagai keyakinan hidup berdampingan dalam masyarakat Singapura.

Di posisi kedua ada Suriname dengan skor RDI 7,54. Negara di Amerika Latin ini menjadi satu-satunya negara dari kawasan tersebut yang masuk dalam 10 besar negara dengan keragaman agama tertinggi.

Sekitar 53 persen penduduk Suriname merupakan umat Kristen. Sementara itu, 22 persen penduduk beragama Hindu, 13 persen Muslim, dan 8 persen tidak berafiliasi secara agama. Komposisi tersebut membuat Suriname memiliki tingkat keberagaman yang cukup menonjol dibandingkan negara-negara lain di kawasan Amerika Latin.

Sementara itu, Taiwan berada di posisi ketiga dengan skor 7,46, disusul Korea Selatan dengan skor 7,33. Diikuti Mauritius yang juga mencatat skor yang sama, yakni 7,33.

Kelompok negara dengan masyarakat yang sangat beragam tersebut tidak hanya terkonsentrasi di satu kawasan. Selain Taiwan dan Korea Selatan, sejumlah negara lain yang memiliki tingkat keragaman tinggi berada di kawasan Asia-Pasifik dan Afrika sub-Sahara, termasuk Australia, Mauritius, Togo, dan Benin.

Prancis menjadi satu-satunya negara Eropa yang masuk dalam jajaran teratas. Komposisi agamanya relatif berimbang antara umat Kristen yang mencapai 46 persen dan penduduk yang tidak berafiliasi secara agama sebesar 43 persen. Di samping itu, terdapat minoritas Muslim sekitar 9 persen.

Jika negara-negara dengan keragaman agama tinggi tersebar di berbagai kawasan, kondisi berbeda terlihat di Timur Tengah dan Afrika Utara. Kawasan tersebut mencatat skor keragaman paling rendah, yakni 1,3, dengan umat Muslim mencapai 94 persen dari keseluruhan populasi.

Eropa dan Amerika Utara berada di posisi menengah dalam indeks tersebut. Kedua kawasan ini secara umum dicirikan oleh mayoritas penduduk Kristen, tetapi juga memiliki kelompok sekuler yang cukup signifikan.

Menariknya, tidak ada satu pun negara dalam analisis tersebut yang memperoleh skor sempurna 10. Namun, terdapat tiga negara yang memiliki skor mendekati nol sehingga masuk kategori dengan tingkat keragaman agama paling rendah di dunia, yakni Yaman, Afghanistan, dan Somalia.

Di ketiga negara tersebut, umat Muslim mencapai sedikitnya 99,8 persen dari populasi. Dominasi satu kelompok agama yang sangat besar membuat skor keragaman agama di negara-negara tersebut berada di titik yang sangat rendah.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Tag Terkait: