Kredit Foto: ITSEC Asia
PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) mencatat lonjakan laba usaha pada kuartal II 2026 berdasarkan perhitungan dari laporan keuangan periode Januari–Juni 2026. Laba usaha tercatat Rp23,01 miliar, meningkat 1.171% secara tahunan (year-on-year/YoY) dari Rp1,81 miliar pada kuartal II 2025.
Pertumbuhan laba tersebut terjadi di tengah kenaikan pendapatan perseroan sebesar 21% YoY menjadi Rp115,03 miliar dari Rp95,05 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Berdasarkan perhitungan tersebut, laba sebelum pajak ITSEC Asia mencapai Rp22,69 miliar, melonjak 1.407% YoY dari Rp1,51 miliar. Margin laba sebelum pajak pun meningkat dari 1,6% menjadi 19,7%.
Sementara itu, laba bruto pada kuartal II 2026 mencapai Rp52,09 miliar, tumbuh 12% dari Rp46,52 miliar. Namun, margin laba bruto turun dari 48,9% menjadi 45,3%.
Margin laba usaha justru meningkat signifikan dari 1,9% menjadi 20% seiring kenaikan laba usaha yang jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pendapatan.
Presiden Direktur PT ITSEC Asia Tbk Patrick Dannacher mengatakan kinerja kuartal II mencerminkan pertumbuhan pendapatan serta realisasi sejumlah proyek utama pada periode tersebut.
“Kinerja kuartal kedua mencerminkan pertumbuhan pendapatan yang terus berlanjut serta realisasi sejumlah proyek utama pada periode tersebut. Pendapatan meningkat 21% secara tahunan, sementara kami mencatat peningkatan yang kuat pada laba usaha dan laba sebelum pajak. Fokus kami saat ini adalah menjaga momentum tersebut sekaligus meningkatkan margin pelaksanaan proyek seiring pertumbuhan bisnis,” ujar Patrick.
Meski kinerja kuartal II menunjukkan peningkatan, secara kumulatif enam bulan pertama 2026 pendapatan ITSEC Asia tercatat Rp201,2 miliar, turun dibandingkan Rp230,4 miliar pada semester I 2025.
Laba bersih perseroan selama semester I 2026 mencapai Rp34,3 miliar, dibandingkan Rp36,7 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Laporan keuangan semester I 2026 juga mencatat manfaat pajak Rp28,9 miliar. Perseroan memperkirakan realisasi proyek akan lebih banyak terjadi pada semester II 2026.
Dari sisi posisi keuangan, total aset ITSEC Asia per 30 Juni 2026 mencapai Rp485,4 miliar, meningkat dari Rp416,5 miliar pada akhir Desember 2025. Total ekuitas juga naik menjadi Rp312,4 miliar dari Rp256,2 miliar.
Memasuki semester II 2026, ITSEC Asia memperkuat bisnis pada segmen korporasi, badan usaha milik negara (BUMN), dan pemerintah. Pada Juli 2026, perseroan menandatangani nota kesepahaman dengan PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) atau PT INTI untuk mengembangkan solusi keamanan siber, kapabilitas Security Operations Center(SOC), pengembangan talenta melalui akademi, serta pengembangan bisnis untuk kebutuhan BUMN dan pemerintah daerah.
Pada bulan yang sama, ITSEC Asia bersama PT Len Industri (Persero) juga menandatangani nota kesepahaman dengan perusahaan induk DEFEND ID untuk menyediakan kapabilitas keamanan siber dalam mendukung mandat C4ISR/C5ISR.
Di sisi pengembangan talenta, ITSEC Cyber & AI Academy menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memenuhi kebutuhan tenaga profesional di bidang keamanan siber dan kecerdasan buatan (AI).
Baca Juga: Indonesia Butuh 9 Juta Talenta Digital, ITSEC Asia Buka Akademi AI dan Cybersecurity
Baca Juga: CYBR Incar Bisnis Keamanan Siber dari dari Pindad hingga Perusahaan Tambang
ITSEC Asia juga melihat perkembangan kebijakan keamanan siber nasional sebagai salah satu faktor yang dapat memengaruhi permintaan pasar. Rancangan Undang-Undang Keamanan dan Ketahanan Siber (RUU KKS) masih dalam proses pembahasan.
Pada 5 Agustus 2026, saham CYBR masuk dalam IDX SMC Liquid Index (IDXSMC-LIQ) berdasarkan evaluasi indeks terbaru. Masuknya saham tersebut ke dalam indeks menjadi bagian dari perkembangan perdagangan saham perseroan di pasar modal.
“Kami terus melihat peluang di segmen korporasi, BUMN dan pemerintah. Fokus kami pada semester kedua adalah mengubah peluang tersebut menjadi proyek yang dapat dieksekusi dengan baik dan memberikan pertumbuhan yang sehat. Kami juga akan terus memperkuat kapabilitas di bidang keamanan siber, AI dan pengembangan talenta sebagai bagian dari pertumbuhan jangka panjang ITSEC Asia,” tutup Patrick.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: