Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

80 Orang Keracunan MBG di Sidoarjo Masih Dirawat, 312 Dinyatakan Sembuh

80 Orang Keracunan MBG di Sidoarjo Masih Dirawat, 312 Dinyatakan Sembuh Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat sebanyak 512 orang terdampak dugaan keracunan massal setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 80 orang masih menjalani perawatan medis di rumah sakit. Sementara itu, 312 orang telah dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang.

Adapun 120 orang lainnya masih menjalani observasi oleh tenaga medis.

Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN Ketut Sumedana menyampaikan jumlah tersebut berdasarkan data yang diterima dari tim yang melakukan investigasi di lapangan pada Rabu (2/9/2026).

Menindaklanjuti kejadian tersebut, pimpinan BGN juga telah melakukan komunikasi secara intensif dengan kepala daerah setempat. Komunikasi turut dilakukan dengan pimpinan pondok pesantren dan madrasah tsanawiyah (MTs) yang santrinya ikut terdampak.

Di sisi lain, BGN melakukan sejumlah langkah internal untuk menangani dugaan keracunan tersebut. Salah satunya dengan melakukan investigasi bersama Dinas Kesehatan setempat guna mengetahui penyebab kejadian.

Hasil investigasi akan diumumkan setelah seluruh proses pemeriksaan selesai. Hingga berita ini ditayangkan, penyebab pasti dugaan keracunan masih dalam proses investigasi oleh Dinas Kesehatan.

Baca Juga: 566 Orang Keracunan MBG di Sidoarjo, DPR Sentil BGN: Pengawasan Masih Lemah

Selain melakukan investigasi, BGN juga menjatuhkan sanksi suspensi kategori berat selama 30 hari terhadap SPPG Kalitengah, Tanggulangin, Sidoarjo.

BGN juga mengusulkan pencopotan dan pergantian kepala SPPG Kalitengah sebagai bagian dari tindak lanjut internal atas kejadian tersebut.

Untuk saat ini, BGN memprioritaskan penanganan kesehatan para korban yang masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat