Kredit Foto: BPMI
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali dibawa ke panggung internasional. Presiden Prabowo Subianto menjelaskan alasan di balik program tersebut saat tampil sebagai tamu kehormatan dalam forum ekonomi di Rusia yang turut dihadiri Presiden Rusia Vladimir Putin.
Penjelasan itu disampaikan Prabowo ketika berpidato pada Forum Ekonomi Timur (Eastern Economic Forum/EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9). Pidatonya tersebut juga ditayangkan secara langsung melalui YouTube Sekretariat Presiden.
Dalam kesempatan itu, Prabowo terlebih dahulu menegaskan bahwa ukuran keberhasilan pembangunan bukan sekadar angka pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, pembangunan harus benar-benar terasa oleh masyarakat biasa, termasuk dari sisi pemenuhan gizi dan ketahanan pangan.
Baca Juga: 17 Lembaga Aman, Cuma 1 yang Keracunan MBG, Khofifah Curigai Ada...
"Pembangunan tidak boleh hanya menguntungkan segelintir orang. Pembangunan harus diukur di meja makan keluarga biasa, apakah anak-anak mendapatkan makanan bergizi?" kata Prabowo.
Ia kemudian memaparkan sejumlah pertanyaan yang menurutnya dapat menjadi ukuran apakah pembangunan benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat. Mulai dari kesejahteraan petani, tempat tinggal yang layak, kesempatan kerja bagi generasi muda hingga akses listrik.
"Apakah petani dapat memperoleh pupuk dan menjual hasil panen dengan harga yang adil? Apakah keluarga dapat tinggal di rumah yang layak? Apakah anak-anak muda dapat memperoleh pekerjaan yang produktif? Dan apakah listrik dapat menjangkau setiap rumah di setiap desa?” sambung Prabowo.
Dari prinsip itulah Prabowo kemudian mengaitkan kebijakan pemerintah Indonesia dengan pelaksanaan MBG. Ia menjelaskan bahwa program makanan bergizi gratis bagi anak-anak dan ibu hamil merupakan salah satu bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga: Heboh Ada Belatung di Menu MBG yang Bikin 512 Santri Keracunan, BGN Buka Suara
“Inilah alasan Indonesia menyediakan makanan bergizi gratis bagi seluruh anak-anak kami dan ibu mereka yang sedang hamil. Inilah alasan kami mengejar swasembada pangan dan ketahanan energi. Inilah alasan kami mempercepat hilirisasi industri, sehingga sumber daya alam kami dapat menciptakan industri, keterampilan, dan lapangan kerja yang baik di dalam negeri,” ujar Prabowo.
Namun, menurut Prabowo, MBG bukan satu-satunya kebijakan yang menjadi bagian dari visi pembangunan pemerintah. Ia juga mengaitkannya dengan target swasembada pangan, ketahanan energi serta percepatan hilirisasi industri.
Prabowo menegaskan seluruh kebijakan tersebut diarahkan pada tujuan yang lebih besar, yakni memastikan pertumbuhan ekonomi memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Ia tidak ingin pertumbuhan ekonomi hanya menjadi angka tanpa menghasilkan peningkatan kesejahteraan.
"Inilah alasan kami menginginkan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat, bukan pertumbuhan hanya demi pertumbuhan itu sendiri, melainkan pertumbuhan yang dapat mengangkat jutaan orang keluar dari kemiskinan menuju kehidupan yang bermartabat," tambah Prabowo.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri