Kredit Foto: Sufri Yuliardi
PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports berkomitmen untuk lebih mendorong peran pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pada bandara komersial di bawah pengelolaannya.
Direktur Utama PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Muhammad Rizal Pahlevi berjanji untuk bisa membawa lebih banyak UMKM masuk mengisi gerai yang tersedia di bandara mereka.
"Angkasa Pura saat ini mencatat ada 112 UMKM binaan. Saya setuju bahwa kita harus escalate ini lebih naik," ujar Rizal dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI, Kamis (3/9/2026).
Menurut dia, InJourney Airports saat ini telah menempatkan UMKM pada beberapa spot yang diklaim cukup strategis dalam menjajakan produknya. Ia mengklaim pembinaan UMKM oleh pihaknya bukan sekadar memenuhi aspek tanggung jawab sosial saja.
"Jadi bukan sekadar ada, tapi kami memastikan UMKM-UMKM yang ditempatkan di bandara cukup strategis dan lokasinya kita buatkan sedemikian rupa. Sehingga bukan sekadar ada, tapi betul-betul kita perhitungkan apakah di situ potensial dilihat oleh pengunjung atau calon penumpang," tuturnya.
Di luar kewajiban untuk UMKM, sejumlah bandara komersial di Indonesia terus berbenah agar tidak hanya sekadar menjadi tempat transit bagi para penumpang pesawat udara.
Seperti dilakukan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, yang sukses menduduki peringkat ke-6 dunia sebagai bandara dengan pilihan restoran dan kafe terbanyak bagi penumpang yang melakukan transit, dalam pemeringkatan Best Airports for Layover Food yang dirilis Airport Parking & Hotels (APH).
Berdasarkan studi tersebut, Bandara Soekarno-Hatta memiliki 133 restoran dan kafe yangtersebar di berbagai terminal penumpang. Jumlah ini menempatkan Bandara Soekarno-Hatta dijajaran bandara-bandara besar dunia yang dinilai memiliki pilihan kuliner beragam untuk menunjang kenyamanan penumpang selama berada di bandara.
Bandara Internasional Changi di Singapura berada di posisi teratas dengan 247 restoran dan kafe. Diikuti O’Hare International Airport di Chicago dengan 210 pilihan, dan Tokyo Haneda Airport dengan 173 pilihan.
Selanjutnya, Hartsfield-Jackson Atlanta International Airport berada di peringkat keempat dengan 165 restoran dan kafe, serta LaGuardia Airport New York di peringkat kelima dengan 142 pilihan.
Baca Juga: Merger Mitratel dan TBIG, Danantara Buka Kemungkinan Kolaborasi BUMN-Swasta
Baca Juga: Purbaya Geram Biaya Logistik Kargo Naik, InJourney Diancam Diperiksa Pajaknya
Adapun Bandara Internasional Soekarno-Hatta berada di atas Ninoy Aquino International Airport Manila dengan 131 restoran dan kafe, John F. Kennedy International Airport New York dengan 129 pilihan, Shanghai Pudong International Airport dengan 126 pilihan, dan Istanbul Airport dengan 118 pilihan.
General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta Heru Karyadi mengatakan, capaian tersebut menjadi gambaran dari semakin berkembangnya fasilitas dan aktivitas komersial di kawasan bandara dalam mendukung kebutuhan penumpang.
"Kehadiran 133 restoran dan kafe di Bandara Internasional Soekarno-Hatta menunjukkan bahwa bandara terus berkembang, tidak hanya sebagai tempat keberangkatan dan kedatangan pesawat, tetapi juga sebagai bagian dari perjalanan penumpang yang memberikan pilihan dan kenyamanan selama berada di bandara," ujar Heru.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Editor: Dian Ihsan