Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

PDIP Beri Respons Muncul Spanduk di JPO Jakarta Bertuliskan 'Tangkap dan Adili Megawati-Puan', Siapa Dalangnya?

PDIP Beri Respons Muncul Spanduk di JPO Jakarta Bertuliskan 'Tangkap dan Adili Megawati-Puan', Siapa Dalangnya? Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Juru Bicara PDI Perjuangan (PDIP), Guntur Romli, menyoroti kemunculan spanduk provokatif bertuliskan "Tangkap dan Adili Megawati-Puan" yang terpasang di sebuah Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jakarta.

Ia mengecam aksi tersebut dan menilainya sebagai bentuk kampanye hitam terorganisir yang kini mulai bergeser ke ruang publik secara fisik.

Menurut Guntur, narasi kebencian terhadap PDIP yang sebelumnya masif disuarakan oleh buzzer anonim di media sosial kini makin berani menampakkan wujudnya di dunia nyata.

"Spanduk yang terpasang di salah satu JPO ini bukan aspirasi spontan warga. Ini pola. Sama seperti narasi liar yang beredar di media sosial belakangan ini, framing tanpa proses hukum dan tuduhan tanpa dasar yang sengaja disebar untuk menggiring opini publik," tegas Guntur dalam pernyataannya, Kamis (3/9/2026).

Guntur menilai terdapat pola sistematis dari pemasangan spanduk tersebut. Ia kemudian melontarkan tiga pertanyaan terkait dugaan adanya pihak yang mengorkestrasi serangan terhadap PDIP.

"Siapa aktor yang mendanai, mencetak, dan memasang spanduk provokasi tersebut di fasilitas publik? Mengapa narasi yang tertulis sangat identik dengan pola serangan digital yang selama ini menyasar PDIP? Apakah ini menjadi tanda bahwa kampanye hitam yang terorganisir sudah bergerak dari dunia maya ke ranah nyata?," kata Guntur.

Lebih lanjut, eks politikus PSI tersebut menegaskan bahwa fasilitas publik seperti JPO seharusnya dijaga fungsinya sebagai ruang bersama dan tidak digunakan sebagai sarana penyebaran narasi politik yang dianggapnya sebagai fitnah.

Menurut Guntur, munculnya narasi yang sebelumnya beredar melalui akun anonim ke dalam bentuk fisik di ruang terbuka menunjukkan adanya pihak yang semakin berani menyebarkan tuduhan terhadap PDIP.

Ia juga mempertanyakan respons pihak berwenang terhadap pemasangan spanduk tersebut.

"PDI Perjuangan sudah biasa dihujani fitnah. Tapi ketika fitnah itu dicetak, dipasang, dan dibiarkan menggantung di ruang publik oleh pihak berwenang, pertanyaannya bukan lagi soal siapa yang menyerang, tapi siapa yang membiarkan?" pungkasnya.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat