Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Botok Ini Gak Sadar sedang Ditunggangi Geng Penguasa, Kata Palti Hutabarat

Botok Ini Gak Sadar sedang Ditunggangi Geng Penguasa, Kata Palti Hutabarat Kredit Foto: Instagram @ampbpati
Warta Ekonomi, Jakarta -

Gerakan Masyarakat Pati Bersatu yang dibawa Supriyono alias Mas Botok kembali menjadi sorotan. Aktivis sosial Palti Hutabarat menilai gerakan yang mengatasnamakan rakyat biasa tersebut justru berpotensi dimanfaatkan oleh kelompok yang memiliki kepentingan politik dan kekuasaan.

Palti bahkan melontarkan sindiran keras terhadap posisi Mas Botok dalam gerakan tersebut. Menurutnya, ada agenda tertentu yang dinilai lebih diutamakan dibanding sejumlah persoalan publik yang tengah menjadi perhatian, mulai dari anak-anak yang mengalami keracunan hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.

“Saking paoknya, Botok ini ga sadar sedang ditunggangi geng penguasa," tulisnya di akun X.

Baca Juga: Belum Beroperasi, Utang Kopdes Sudah Jatuh Tempo, Purbaya Bayar Pakai Dana Desa

Tak berhenti di situ, Palti juga menyinggung narasi Mas Botok yang selama ini membawa identitas sebagai rakyat biasa. Ia mempertanyakan mengapa gerakan tersebut justru dinilai membawa isu yang menurutnya berkaitan dengan kepentingan kelompok tertentu.

"Masih pede bawa-bawa nama rakyat biasa padahal isunya eksklusif punya mereka," ujarnya.

Palti kemudian menyoroti sejumlah persoalan lain yang menurutnya semestinya turut mendapat perhatian. 

"Ga peduli mereka anak-anak keracunan, kalimantan dan karhutla, yang penting agenda mereka sendiri aja," pungkas dia.

Pernyataan Palti tersebut muncul sebagai tanggapan terhadap video ketika Botok hadir dalam diskusi Indonesia Lawyers Club (ILC) yang dibawakan Karni Ilyas. Dalam forum itu, muncul pembahasan mengenai gerakan Masyarakat Pati Bersatu, termasuk konsep surat komitmen yang dibawa dalam gerakan tersebut.

Baca Juga: Makin Gila! Israel Susun Rencana Usir Paksa Seluruh Warga Palestina dari Gaza

Politikus PDIP Deddy Sitorus menjadi salah satu pihak yang mempertanyakan asal-usul konsep surat tersebut. Botok kemudian memberikan jawaban terkait pihak yang membuat konsep surat komitmen itu. Menurutnya, surat tersebut dibuat oleh pihak DPR dan menyebut nama Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad.

“Itu yang membuat dari DPR, Pak Dasco. Kemarin kita juga menyesali tidak hadirnya Ibu Puan," kata Botok.

Jawaban tersebut kemudian mendapat respons langsung dari Deddy Sitorus. Ia menjelaskan bahwa Ketua DPR Puan Maharani tidak dapat hadir karena memiliki agenda lain di DPR pada saat kegiatan berlangsung.

“Bu Puan kan mimpin sidang paripurna Mas," jawab dia.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Tag Terkait: