Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Karhutla Meluas, BMKG Peringatkan Bakal Merembet ke Wilayah Jawa

Karhutla Meluas, BMKG Peringatkan Bakal Merembet ke Wilayah Jawa Kredit Foto: Antara/Bayu Pratama S
Warta Ekonomi, Jakarta -

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya mengancam wilayah Sumatra dan Kalimantan. Sebagian besar wilayah Jawa juga diprediksi memiliki potensi karhutla pada 5–11 September 2026.

Berdasarkan Fire Weather Index (FWI), potensi karhutla di Jawa berada pada rentang kategori rendah hingga sangat tinggi. BMKG menyebut potensi tersebut terdapat di sebagian besar wilayah Jawa, tanpa merinci provinsi atau kabupaten yang masuk dalam masing-masing kategori risiko. 

Kondisi tersebut terjadi ketika dinamika atmosfer di Indonesia secara umum dinilai kurang mendukung pembentukan awan hujan. BMKG juga mencatat kondisi IOD positif yang persisten dan fenomena El Nino dengan intensitas sangat kuat.

Hasil monitoring pada dasarian III Agustus 2026 menunjukkan indeks IOD sebesar +0,29, sedangkan nilai SSTA wilayah Nino3.4 mencapai +2,74. BMKG menyebut kondisi tersebut menunjukkan El Nino dengan intensitas sangat kuat. IOD positif juga secara umum dapat mengurangi suplai uap air menuju Indonesia sehingga mendukung kondisi yang lebih kering. 

Selain Jawa, potensi karhutla juga terdeteksi di Sumatra dan Kalimantan. Di Sumatra, wilayah berpotensi terdampak mencakup sebagian kecil Sumatra Barat dan Bengkulu serta sebagian wilayah Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Lampung, dan Kepulauan Bangka Belitung.

Sementara di Kalimantan, potensi karhutla terdapat di sebagian besar wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur serta sebagian kecil Kalimantan Utara. 

Peringatan tersebut muncul di tengah tingginya aktivitas titik panas di sejumlah wilayah Indonesia. Pada 4 September 2026 pukul 00.00–23.00 WIB, BMKG mendeteksi 933 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi.

Sebanyak 380 titik berada di Sumatra, 434 titik di Kalimantan, serta 119 titik di Papua dan Maluku. Di Sumatra, Sumatra Selatan mencatat jumlah tertinggi dengan 264 titik, disusul Riau 35 titik dan Jambi 30 titik.

Di Kalimantan, titik panas terbanyak terdeteksi di Kalimantan Tengah sebanyak 257 titik dan Kalimantan Barat 137 titik. Sementara itu, Papua Selatan mencatat 95 titik panas. 

BMKG juga mendeteksi sebaran asap di sejumlah wilayah, antara lain Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara. Sebaran asap bergerak ke arah barat laut–timur laut. 

Baca Juga: BMKG Pastikan Dentuman Misterius di Bandung Bukan Akibat Gempa

Baca Juga: Kemarau Bertahan hingga Oktober, BMKG Ungkap Wilayah Ini Berpotensi Diguyur Hujan

Baca Juga: Karhutla Kalimantan Makin Parah, BMKG Sebut El Nino Jadi Biang Kerok

Untuk merespons potensi karhutla, operasi modifikasi cuaca (OMC) tengah dilaksanakan di beberapa provinsi. OMC berlangsung di Riau pada 30 Juli–10 September, Kalimantan Barat pada 22 Agustus–14 September, Kalimantan Tengah pada 26 Agustus–14 September, serta Jawa Timur pada 3–9 September 2026. 

BMKG merekomendasikan perhatian khusus terhadap sejumlah wilayah yang memiliki banyak titik api dan kondisi atmosfer yang kering sehingga dapat memudahkan penyebaran api. Wilayah tersebut mencakup Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Maluku, dan Papua Selatan.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri