Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Asap Karhutla Menyebar, BMKG Deteksi hingga Sarawak Malaysia

Asap Karhutla Menyebar, BMKG Deteksi hingga Sarawak Malaysia Kredit Foto: Antara/Auliya Rahman
Warta Ekonomi, Jakarta -

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi sebaran asap di 10 provinsi di Indonesia per Sabtu (5/9/2026) siang. Citra satelit BMKG menunjukkan asap bergerak ke arah berbeda di sejumlah wilayah, mulai dari barat laut hingga timur laut.

Berdasarkan citra sebaran asap wilayah Indonesia pada 5 September 2026 pukul 13.00 WIB, asap terdeteksi di Riau, Jambi, Kepulauan Riau, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Papua Selatan.

BMKG mencatat pergerakan asap dari Riau, Jambi, Kepulauan Riau, Sumatra Selatan, dan Papua Selatan mengarah ke barat laut. Sementara asap di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur bergerak ke arah barat–barat laut.

Adapun asap di Kalimantan Utara bergerak ke arah utara–timur laut. Citra BMKG juga menunjukkan adanya deteksi transboundary haze atau sebaran asap lintas batas hingga wilayah Sarawak, Malaysia.

Arah angin di Indonesia pada umumnya bertiup dari tenggara menuju barat laut–utara, yang turut menjadi informasi penting dalam membaca pola pergerakan asap tersebut.

Sebaran asap ini terjadi di tengah tingginya aktivitas titik panas di sejumlah wilayah. Berdasarkan pemantauan BMKG pada 4 September 2026 pukul 00.00–23.00 WIB, terdapat 933 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi. 

Dari jumlah tersebut, sebanyak 380 titik berada di Sumatra, 434 titik di Kalimantan, serta 119 titik di Papua dan Maluku. Sumatra Selatan menjadi provinsi dengan titik panas terbanyak di Sumatra, yakni 264 titik, sedangkan Kalimantan Tengah mencatat 257 titik panas di Kalimantan. Papua Selatan mencatat 95 titik panas. 

Aktivitas titik panas tersebut juga terkonsentrasi di tujuh provinsi yang menjadi prioritas pemantauan karhutla, yakni Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur. BMKG menyebut jumlah titik panas di tujuh provinsi tersebut cenderung fluktuatif dalam 10 hari terakhir. 

Di sisi lain, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih berlangsung. Berdasarkan Fire Weather Index (FWI), periode 5–11 September 2026 menunjukkan potensi karhutla dengan kategori rendah hingga sangat tinggi di Sumatra, Jawa, dan Kalimantan. 

Di Sumatra, potensi karhutla terdapat di sebagian kecil Sumatra Barat dan Bengkulu serta sebagian wilayah Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Lampung, dan Kepulauan Bangka Belitung. Sementara di Jawa, potensi karhutla terdapat di sebagian besar wilayah.

Di Kalimantan, potensi karhutla mencakup sebagian besar Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur serta sebagian kecil Kalimantan Utara. 

Kondisi atmosfer juga masih menjadi perhatian. Monitoring BMKG menunjukkan kondisi IOD positif yang persistendengan indeks sebesar +0,29 pada dasarian III Agustus 2026. Sementara itu, nilai SSTA wilayah Nino3.4 tercatat +2,74, yang menunjukkan kondisi El Nino dengan intensitas sangat kuat.

BMKG menyebut kondisi IOD positif secara umum dapat mengurangi suplai uap air menuju Indonesia dan mendukung kondisi yang lebih kering. Kondisi atmosfer Indonesia secara umum juga dinilai kurang mendukung pembentukan awan hujan. 

Meski demikian, sejumlah wilayah masih memiliki peluang pertumbuhan awan hujan kategori tinggi, yakni lebih dari 70%, termasuk sebagian Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Jambi, Bengkulu, sebagian Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, serta sejumlah wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua. 

Baca Juga: Asap Karhutla Kalimantan Sampai Filipina, Ilmuwan Atmosfer Sebut Ada Pola Angin Tak Biasa

Baca Juga: Kalimantan Putih Diselimuti Asap dari Citra Satelit Nasa

Baca Juga: Asap Karhutla Kalimantan Terbang ke Malaysia, Menhut: Lindungi Rakyat Sekaligus Tetangga

Untuk penanganan karhutla, operasi modifikasi cuaca (OMC) saat ini berlangsung di Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Jawa Timur. OMC di Riau berlangsung hingga 10 September, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah hingga 14 September, sedangkan Jawa Timur dilaksanakan pada 3–9 September 2026. 

BMKG merekomendasikan perhatian khusus terhadap wilayah yang memiliki banyak titik api dan kondisi atmosfer yang kering sehingga dapat memudahkan penyebaran api. Wilayah tersebut meliputi Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Maluku, dan Papua Selatan.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri