Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Sebanyak 17 Penerbangan di Bandara Batam Dibatalkan Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau

Sebanyak 17 Penerbangan di Bandara Batam Dibatalkan Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau Kredit Foto: Romus Panca
Warta Ekonomi, Batam -

Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Hang Nadim Batam ikut terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Hingga pukul 10.45 WIB, Minggu (6/9/2026), tercatat ada sebanyak 17 penerbangan dibatalkan.

Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam (BIB), Annang Setia Budhi mengatakan, pembatalan terjadi pada penerbangan dari Batam menuju Jakarta maupun sebaliknya.

"Update sampai pukul 10.45 WIB, ada 17 penerbangan yang cancel akibat dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau," kata Annang.

Dari jumlah tersebut, delapan penerbangan merupakan kedatangan ke Batam. Sedangkan sembilan lainnya adalah penerbangan keberangkatan dari Batam menuju Jakarta.

Pembatalan tersebut melibatkan penerbangan dari maskapai Indonesia AirAsia, Citilink, Garuda Indonesia, dan Batik Air. Jika mengacu pada data jumlah penumpang yang direncanakan, sedikitnya 2.120 penumpang terdampak.

Baca Juga: Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai 50.000 Kaki, Kemenhub: Lima Bandara Ditutup

Baca Juga: Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Bandung, Bandara Husein Sastranegara Ditutup

Baca Juga: Abu Anak Krakatau Ganggu Warga, BNPB Jalankan Operasi Modifikasi Cuaca

Annang mengimbau calon penumpang untuk tidak langsung datang ke bandara, sebelum memastikan status penerbangannya.

"Penumpang kami imbau mengecek kembali informasi penerbangan kepada maskapai masing-masing," ujarnya.

Manajemen PT BIB juga terus berkoordinasi dengan maskapai terkait perkembangan kondisi penerbangan dan perubahan jadwal yang mungkin terjadi. Kondisi penerbangan dapat berubah mengikuti perkembangan dampak abu vulkanik di jalur penerbangan.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Romus Panca
Editor: Dian Ihsan