Imbas Karhutla Mereda, Malaysia Cabut Status Darurat Kabut Asap
Kredit Foto: Antara/Auliya Rahman
Malaysia resmi mencabut status darurat akibat kabut asap di Distrik Serian, Sarawak, pada Senin (7/9). Keputusan tersebut diambil setelah kualitas udara turun dari level berbahaya, meski pemerintah mengingatkan risiko kesehatan akibat kabut asap masih tetap ada.
Data Departemen Lingkungan Malaysia menunjukkan Indeks Pencemaran Udara (API) di Serian berada di angka 222 pada Senin (7/9). Angka tersebut turun drastis setelah sebelumnya mencapai 519 pada Jumat pekan lalu.
Otoritas Malaysia mengategorikan API di atas 300 sebagai tingkat berbahaya. Sementara itu, angka 500 menjadi ambang batas yang digunakan untuk menetapkan status darurat akibat polusi udara.
Raja Malaysia Sultan Ibrahim Sultan Iskandar memberikan persetujuan untuk mengakhiri status darurat tersebut. Persetujuan itu diberikan berdasarkan saran Perdana Menteri Anwar Ibrahim dan Premier Sarawak Abang Johari Openg.
Laporan sejumlah instansi pemerintah juga menunjukkan kualitas udara di Serian tidak lagi berada pada level berbahaya. Namun, pemerintah menegaskan kondisi kabut asap belum sepenuhnya pulih dan masih perlu mendapat perhatian.
Beberapa wilayah, khususnya Distrik Serian dan Samarahan, masih mencatat kualitas udara pada kategori sangat tidak sehat. Karena itu, masyarakat di wilayah terdampak tetap diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan.
"Pemerintah Federal dan pemerintah negara bagian Sarawak akan terus memantau situasi dengan saksama, dan warga di wilayah terdampak diimbau untuk membatasi aktivitas di luar ruangan serta senantiasa mematuhi arahan dari pihak berwenang," demikian pernyataan Kantor Perdana Menteri Malaysia.
Status darurat sebelumnya ditetapkan Malaysia pada Jumat lalu setelah kabut asap pekat membuat kualitas udara di Serian melonjak hingga tingkat berbahaya. Kabut asap tersebut dipicu kebakaran hutan di wilayah Kalimantan yang asapnya terbawa hingga ke Sarawak.
Dampak kabut asap bahkan meluas hingga mengganggu aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah Malaysia. Beberapa sekolah di Sarawak sebelumnya terpaksa ditutup akibat memburuknya kualitas udara yang ditimbulkan oleh asap kebakaran dari Kalimantan.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy
Tag Terkait: