Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Malaysia Tawarkan Helikopter hingga Cloud Seeding untuk Bantu Indonesia Atasi Karhutla

Malaysia Tawarkan Helikopter hingga Cloud Seeding untuk Bantu Indonesia Atasi Karhutla Kredit Foto: Pemprov Kalsel
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah Malaysia menawarkan bantuan kepada Indonesia untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus mengurangi risiko kabut asap lintas batas. Menteri Sumber Daya Alam dan Kelestarian Lingkungan Malaysia Datuk Seri Arthur Joseph Kurup mengatakan kesiapan tersebut telah disampaikan kepada pemerintah Indonesia.

Menurut Arthur, bentuk dan cakupan bantuan akan dibahas lebih lanjut bersama otoritas Indonesia dengan mempertimbangkan kebutuhan serta kondisi di lapangan. "Malaysia siap memberikan bantuan jika diperlukan oleh Indonesia untuk menangani kebakaran hutan dan lahan serta mengurangi risiko kabut asap lintas batas," kata Arthur dalam pernyataannya, Rabu (9/9/2026), dikutip dari Kantor Berita Malaysia Bernama.

Bantuan yang ditawarkan Malaysia mencakup operasi water bombing menggunakan helikopter dan dukungan pemadaman dengan pesawat amfibi. Malaysia juga menawarkan operasi penyemaian awan atau cloud seeding untuk menghasilkan hujan buatan.

Sejumlah lembaga Malaysia akan dilibatkan dalam bantuan tersebut, antara lain Departemen Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Malaysia, Badan Penegakan Maritim Malaysia, Departemen Meteorologi Malaysia, serta Angkatan Udara Diraja Malaysia. Arthur mengatakan dirinya telah mengirim surat kepada Menteri Lingkungan Hidup Indonesia Mohammad Jumhur Hidayat untuk menyampaikan kesiapan tersebut.

Tawaran bantuan itu merupakan tindak lanjut komunikasi kedua negara terkait ancaman karhutla dan kabut asap lintas batas. Arthur dan Mohammad Jumhur sebelumnya telah membahas persoalan tersebut dalam pertemuan bilateral di Bali pada 8 Juli 2026.

Keduanya kembali berkomunikasi melalui sambungan telepon pada 24 Agustus 2026. Dalam komunikasi tersebut, Malaysia dan Indonesia menyatakan komitmen memperkuat langkah pencegahan serta penanganan kebakaran sejak dini.

Baca Juga: Hadapi Karhutla, Perkebunan Sawit Diminta Tingkatkan Patroli dan Koordinasi Lintas Batas

Kerja sama tersebut dinilai semakin penting karena kondisi cuaca panas dan kering dapat meningkatkan risiko kebakaran di kawasan. Arthur menyebut fenomena El Nino dan musim monsun barat daya turut meningkatkan potensi cuaca panas dan kering di Asia Tenggara.

Kondisi cuaca tersebut berpotensi memperbesar risiko kebakaran hutan dan lahan serta kembali memicu persoalan kabut asap lintas batas. Karena itu, Malaysia menilai kesiapan bantuan dan koordinasi dengan Indonesia menjadi bagian penting dalam menghadapi ancaman tersebut.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy

Tag Terkait: