Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

IHSG Terjun di Zona Merah, Turun 0,25% ke Level 6.619,67

IHSG Terjun di Zona Merah, Turun 0,25% ke Level 6.619,67 Kredit Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Senin (7/9/2026) di zona merah. IHSG ditutup turun 16,81 poin atau 0,25% ke level 6.619,67.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka di level 6.652,09. Sepanjang perdagangan, indeks sempat menguat hingga level tertinggi 6.667,75 sebelum berbalik melemah dan menyentuh level terendah 6.610,93.

Aktivitas perdagangan saham terpantau cukup ramai. Volume transaksi mencapai 35,51 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp13,67 triliun. Sementara itu, frekuensi transaksi tercatat sebanyak 2,12 juta kali.

IHSG Ditentukan Sejumlah Rilis Data Ekonomi di Pekan Ini

Equity Analyst Indo Premier Sekuritas, Imam Gunadi mengaku, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan menuju level 6.876 jika mampu menembus resistance di 6.705. 

"Level tersebut menjadi kunci bagi pergerakan IHSG setelah indeks menguat 1,82% sepanjang pekan lalu, 31 Agustus hingga 4 September 2026," kata dia dalam risetnya, Senin (7/9/2026).

Imam menilai pergerakan IHSG pekan ini akan sangat ditentukan oleh kemampuan indeks mempertahankan area breakout yang telah terbentuk. Pasalnya, pasar akan menghadapi sejumlah rilis data ekonomi global dan domestik yang berpotensi memengaruhi sentimen investor.

Dari sisi teknikal, Imam melihat dua skenario untuk IHSG. Dalam skenario bullish, IHSG perlu mempertahankan momentum dan menembus resistance 6.705.

Jika berhasil dilewati, level 6.705 berpotensi berubah menjadi support baru dan membuka ruang bagi IHSG untuk melanjutkan recovery menuju target berikutnya di 6.876. Level tersebut juga berpotensi menjadi area profit taking.

Sebaliknya, jika IHSG mengalami rejection di sekitar 6.705 dan kembali turun hingga menembus support 6.605, kondisi tersebut akan menjadi sinyal awal buyer mulai kehilangan kendali atas momentum jangka pendek.

Meski demikian, penurunan di bawah 6.605 belum serta-merta membatalkan struktur bullish yang terbentuk. Imam menyebut support yang lebih menentukan berada di 6.465, yang merupakan MA20 sekaligus dynamic support.

"Support yang lebih menentukan berada di 6.465 (MA20/dynamic support), selama level ini bertahan, koreksi yang terjadi masih dapat dipandang sebagai healthy correction pascarally panjang," ujar Imam.

Selain faktor teknikal, IHSG pekan ini akan menghadapi sejumlah agenda ekonomi penting. Senin, pasar mencermati data cadangan devisa Indonesia yang dapat memberikan gambaran mengenai likuiditas eksternal dan daya tahan rupiah.

Baca Juga: IHSG Naik 0,24% ke Level 6.652 pada Awal Perdagangan, Didorong 231 Saham

Baca Juga: IHSG Berpeluang Uji 6.705-6.760, Sentimen Global Jadi Perhatian

Selasa, perhatian beralih ke data pertumbuhan ekonomi Jepang dan neraca perdagangan China untuk Agustus. Konsensus memperkirakan surplus perdagangan China melebar menjadi US$120,1 miliar dari US$112,5 miliar pada Juli.

“Perbaikan ini, jika terkonfirmasi, dapat menjadi sinyal positif bagi permintaan global dan sentimen pasar Asia termasuk Indonesia karena China merupakan partner dagang terbesar bagi Indonesia,” ujar Imam.

Pada Rabu, China akan merilis data inflasi dan Producer Price Index (PPI). Sementara Kamis, pasar akan mencermati data penjualan ritel Indonesia untuk Juli yang akan menjadi indikator arah konsumsi domestik, serta keputusan suku bunga Bank Sentral Eropa (ECB) yang menurut konsensus diperkirakan naik menjadi 2,65% dari 2,4%.

Menutup pekan, data inflasi Amerika Serikat akan menjadi perhatian pada Jumat. Konsensus memperkirakan inflasi AS tetap berada di level 3,4% secara tahunan (YoY) pada Agustus.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan