Kredit Foto: BPMI/Laily Rachev
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat penanganan bencana secara hybrid dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9/2026).
Dalam pengantarnya, Prabowo menegaskan bahwa bencana alam yang melanda Indonesia belakangan ini adalah konsekuensi geografis karena negeri ini berada di kawasan ring of fire.
"Ini adalah takdir kita. Negara yang berada di lingkaran api the ring of fire. Jadi ini membawa kita untuk kita harus siap menghadapi keadaan seperti ini setiap saat," ujar Prabowo, dikutip Senin (7/9).
Ia menyebut sejumlah bencana yang terjadi baru-baru ini, mulai dari gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT), erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai provinsi.
"Kita menghadapi berbagai keadaan karena bencana gempa di Flores, kemudian sekarang aktivitas gunung anak Krakatau, dan juga kebakaran hutan, dan asap yang masih menjadi masalah bagi kita semua," jelasnya.
Baca Juga: 138 Tersangka Karhutla, Prabowo Minta Polisi Bongkar Korporasi yang Terlibat
Prabowo menekankan perlunya peningkatan anggaran untuk mitigasi dan penanganan bencana. Menurutnya, pemerintah harus belajar dari pengalaman agar lebih siap menghadapi risiko di masa depan.
"Berarti mungkin pelajar juga bagi kita, bagi pemerintahan yang saya pimpin. Alokasi anggaran untuk mitigasi bencana harus kita tambah secara signifikan," ucap dia.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: