Habiskan Dana Besar tapi Iran Tak Tumbang, Trump dapat Kritik Senator
Kredit Foto: Reuters
Senator Amerika Serikat Mark Warner mengkritik kebijakan Presiden Donald Trump dalam konflik militer dengan Iran. Ia menilai keterlibatan AS dalam perang tersebut berlangsung dengan biaya yang terus membengkak tanpa diimbangi strategi yang matang.
Politisi Partai Demokrat asal Virginia itu menyebut pembayar pajak di Amerika Serikat telah menanggung beban finansial hingga US$ 100 miliar atau sekitar Rp1.760 triliun akibat keterlibatan militer dalam perang tersebut.
Menurut Warner, pengeluaran untuk operasi militer masih terus bertambah. Biaya perang disebut meningkat sekitar US$ 1 juta atau Rp 17,6 miliar setiap dua menit.
Warner yang juga menjabat Wakil Ketua Komite Intelijen Senat AS menilai besarnya anggaran yang dikeluarkan belum menunjukkan adanya kemajuan yang sesuai dengan target politik maupun militer yang ditetapkan pemerintahan Trump.
Ia mempertanyakan posisi AS dalam konflik tersebut ketika biaya perang terus bertambah, sementara tujuan operasi yang dicanangkan pemerintah dinilai belum tercapai.
Warner juga menyoroti dampak konflik terhadap masyarakat AS. Selain membebani anggaran negara, perang tersebut disebut berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat melalui kenaikan harga bensin dan solar.
Harga bensin disebut telah mencapai US$ 4, sementara harga solar melonjak ke level tertinggi. Kondisi tersebut dikaitkan dengan terganggunya pasokan energi global akibat konflik yang berlangsung.
Baca Juga: Bikin Bangkrut, Strategi Utang Donald Trump Sejak 1991 Pernah Dibongkar Warren Buffett
Kritik Warner tidak hanya diarahkan pada besarnya biaya yang dikeluarkan, tetapi juga pada arah kebijakan perang yang dinilainya tidak memiliki perencanaan dan strategi yang memadai. Ia turut menyoroti tidak adanya dukungan sekutu serta ketidakjelasan jalan keluar dari konflik tersebut.
Di tengah kondisi itu, Warner menyerukan masyarakat untuk menyuarakan penolakan terhadap arah kebijakan luar negeri pemerintahan Trump.
Ia menilai tekanan publik diperlukan untuk mempertanyakan kebijakan perang yang terus menambah beban anggaran sekaligus berdampak pada kondisi ekonomi masyarakat Amerika Serikat.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: