Donald Trump Damaikan Rusia dan Ukraina, Eropa Disebut Justru Ketakutan
Kredit Foto: Ist
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menilai para pemimpin Eropa saat ini berada dalam kondisi sangat khawatir terhadap gagasan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menyelesaikan konflik di Ukraina.
Menurut Lavrov, kekhawatiran tersebut membuat negara-negara Eropa anggota NATO berupaya menggagalkan inisiatif diplomasi yang dibawa Washington.
Lavrov menuduh negara-negara Eropa berusaha mencegah Trump kembali pada gagasan kompromi yang sebelumnya sempat dibahas bersama Presiden Rusia Vladimir Putin di Anchorage, Alaska, serta dalam pembicaraan telepon kedua pemimpin pada 4 Juli lalu.
Lavrov menyebut para pemimpin Eropa bergerak cepat untuk membujuk Trump agar membatalkan inisiatif damainya sendiri. Ia juga menyoroti pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam KTT NATO pada Juni lalu.
Menurut Lavrov, Macron ketika itu menyatakan bahwa inisiatif yang dibahas di Anchorage telah ditinggalkan. Macron juga disebut mengklaim Washington telah kembali sejalan dengan Eropa untuk membentuk front bersama menghadapi Rusia.
Menanggapi sikap negara-negara Barat tersebut, Lavrov menegaskan Moskow siap menghadapi berbagai kemungkinan.
Ia mengatakan Rusia tetap menginginkan penyelesaian melalui diplomasi, tetapi akan melanjutkan upaya mencapai tujuan yang telah ditetapkan apabila jalur perundingan ditutup.
Lavrov bahkan memperingatkan bahwa Rusia dapat mengejar tujuan tersebut di luar meja perundingan, termasuk melalui medan perang.
Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy memberikan respons hati-hati terhadap gagasan perdamaian terbaru yang dibawa utusan khusus Trump.
Zelenskyy menilai sejumlah ide yang diajukan cukup menjanjikan untuk mengakhiri perang dengan Rusia. Namun, ia belum yakin apakah proposal tersebut dapat diterapkan secara efektif di lapangan.
Meski tidak membeberkan rincian proposal rahasia AS tersebut, Zelenskyy memberikan sinyal bahwa persoalan energi dan pasokan pangan menjadi bagian penting dalam pembahasan potensi kesepakatan.
Menurutnya, kedua isu tersebut merupakan bidang yang sangat sensitif bagi Ukraina maupun Rusia.
Salah satu poin baru yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah opsi gencatan senjata di udara. Usulan itu mencakup penghentian serangan terhadap infrastruktur energi atau penghentian seluruh serangan udara dari kedua pihak.
Namun, hingga saat ini Rusia dilaporkan belum memberikan persetujuan terhadap opsi tersebut.
Baca Juga: Tak Ingin Perang Selesai, Iran Bakal Paksa AS Tetap Saling Serang
Persoalan infrastruktur energi menjadi perhatian bagi Kyiv karena musim dingin semakin dekat. Ukraina khawatir Rusia kembali melancarkan serangan besar terhadap instalasi listrik dan pembangkit energi mereka.
Selain energi, jaminan keamanan jalur distribusi gandum di Laut Hitam juga terus diupayakan setelah Rusia meningkatkan serangan terhadap kapal-kapal kargo sipil.
Zelenskyy menilai persoalan pasokan pangan tidak hanya menyangkut Ukraina dan Rusia, tetapi juga berdampak lebih luas. Karena itu, Ukraina menyatakan kesiapan mencari titik kompromi dalam isu tersebut.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: