Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bitcoin Turun ke Rp1,38 Miliar, Reli 21% Mulai Kehabisan Tenaga?

Bitcoin Turun ke Rp1,38 Miliar, Reli 21% Mulai Kehabisan Tenaga? Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Harga Bitcoin (BTC) kembali melemah pada Rabu (9/9/2026) pagi setelah mencatat kenaikan signifikan dalam sebulan terakhir. Harga aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar tersebut turun 0,52% dalam 24 jam terakhir ke US$78.716 atau sekitar Rp1,38 miliar per koin.

Berdasarkan data perdagangan hingga pukul 09.59 WIB, Bitcoin bergerak pada rentang Rp1,363 miliar hingga Rp1,387 miliar per koin. Kapitalisasi pasar Bitcoin mencapai Rp27,76 kuadriliun dengan volume transaksi dalam 24 jam sebesar Rp598,23 miliar.

Meski terkoreksi secara harian, Bitcoin masih mencatat penguatan 1,83% dalam sepekan dan melonjak 21% dalam 30 hari terakhir.

Pergerakan tersebut menunjukkan harga Bitcoin tengah menghadapi tekanan setelah mengalami reli dalam beberapa pekan terakhir. Sebelumnya, Bitcoin sempat mencatat kenaikan sekitar 30% dalam beberapa pekan dan menembus sejumlah level teknikal penting. Namun, area sekitar US$82.793 menjadi salah satu level resistensi yang perlu ditembus untuk melanjutkan penguatan.

Tekanan terhadap Bitcoin juga datang dari berkurangnya akumulasi oleh perusahaan pemegang Bitcoin terbesar, Strategy. Perusahaan yang dipimpin Michael Saylor tersebut tidak membeli maupun menjual Bitcoin pada pekan terakhir.

Berdasarkan laporan kepada Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC), Strategy justru menggunakan US$176,3 juta untuk membeli kembali 1,8 juta saham preferen STRC sepanjang 31 Agustus hingga 7 September 2026. Perusahaan juga menggandakan otorisasi program pembelian kembali sekuritas kredit digital menjadi US$2 miliar.

Dengan tidak adanya pembelian baru tersebut, kepemilikan Bitcoin Strategy tetap sebanyak 845.050 BTC. Jumlah itu diperoleh dengan total biaya sekitar US$63,6 miliar dengan harga pembelian rata-rata US$75.412 per Bitcoin.

Keputusan Strategy menjadi perhatian pasar karena perusahaan tersebut baru kembali membeli Bitcoin pada pekan sebelumnya setelah menghentikan akumulasi selama sekitar dua bulan. Saat itu, Strategy membeli 4.603 BTC senilai US$369,7 juta dengan harga rata-rata US$80.318 per Bitcoin.

Selain faktor korporasi, pergerakan Bitcoin juga masih sensitif terhadap kondisi makroekonomi dan ekspektasi kebijakan moneter Amerika Serikat. Penguatan dolar dan ekspektasi kebijakan Federal Reserve yang lebih ketat berpotensi memberikan tekanan terhadap aset berisiko seperti Bitcoin.

Di tengah koreksi Bitcoin, pasar aset kripto berkapitalisasi besar bergerak bervariasi. XRP menjadi penguat terbesar dengan kenaikan 1,45% menjadi Rp24.913 per koin, diikuti Binance Coin (BNB) yang naik 1,35% menjadi Rp13,20 juta.

Baca Juga: BTC Turun 1,39%, Ada Perusahaan yang Justru Borong Bitcoin Rp470 Miliar

Baca Juga: Bitcoin Tembus US$79.932, Bos Binance Ramal Harganya Bisa Rp11 Miliar

Ethereum (ETH) menguat tipis 0,11% menjadi Rp43,81 juta, sedangkan Solana (SOL) turun 0,07% menjadi Rp1,81 juta per koin.

Pada kelompok aset kripto berkapitalisasi menengah dan kecil, Chainlink (LINK) mencatat pelemahan terbesar sebesar 1,78% menjadi Rp218.757. Bitcoin Cash (BCH) turun 0,43% menjadi Rp4,54 juta, Dogecoin (DOGE) terkoreksi 0,41% menjadi Rp1.581, dan Cardano (ADA) melemah 0,35% menjadi Rp3.829.

Sebaliknya, TRON (TRX) menguat 0,93% menjadi Rp5.956 per koin.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri

Tag Terkait: