Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Jokowi Adalah Sasaran Sebenarnya Pidato AHY: Dia Mengingatkan bahwa Ada Kata Cukup dalam Kekuasaan

Jokowi Adalah Sasaran Sebenarnya Pidato AHY: Dia Mengingatkan bahwa Ada Kata Cukup dalam Kekuasaan Kredit Foto: Partai Demokrat
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pidato Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dinilai memiliki pesan politik yang lebih tajam daripada sekadar pengingat mengenai prinsip demokrasi. Ia merupakan  pesan yang kemungkinan besar ditujukan kepada Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi).

Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti melihat penekanan pidato mengenai batas kekuasaan menjadi bagian penting untuk memahami arah pidato tersebut. Terlebih, pernyataan itu disampaikan ketika mulai panasnya dinamika politik menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.

Baca Juga: Pengakuan Roy Suryo Soal Motif di Balik Prapid Berjilid Kasus Ijazah Jokowi: Berapa Pun Rupiahnya...

“Mungkin ini semacam sikap terhadap langkah-langkah yang sedang dilakukan oleh Pak Jokowi. Semacam mengingatkan bahwa dia ini sudah dua periode,” kata Ray, dikutip Rabu (9/9/2026).

Menurut Ray, pesan politikus tidak bisa dilepaskan dari posisi mantan presiden terkait yang telah dua kali menjabat sebagai presiden. Dalam pembacaan politik, pernyataan politikus partai berlambang bintang mercy mengenai kekuasaan yang tidak boleh dimiliki seseorang selamanya dapat menjadi semacam pengingat bahwa terdapat batas dalam kekuasaan.

“Nah, saya memahami pidato beliau itu mungkin ke arah sana salah satunya, yaitu arah semacam mengingatkan bahwa ada kata cukup, lah, di dalam kekuasaan itu,” ujar Ray.

Diketahui, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengingatkan para pemegang kekuasaan bahwa jabatan politik bukanlah sesuatu yang dapat dimiliki selamanya. Menurutnya, kekuasaan merupakan amanah yang diberikan rakyat dan memiliki batas waktu.

AHY menekankan bahwa prinsip tersebut harus menjadi pijakan dalam menjaga demokrasi Indonesia. Karena kekuasaan berasal dari rakyat, hak masyarakat untuk menentukan siapa yang dipilih maupun mencalonkan diri tidak boleh dihalangi.

Baca Juga: Roy Suryo Akan Bawa Sosok-Sosok Baru di Kasus Ijazah Jokowi: Yang Kita Lawan Ini Bukan Main-Main

"Kekuasaan bukan milik seseorang untuk selamanya, kekuasaan adalah amanah rakyat yang memiliki batas waktu. Jangan dihalang-halangi hak rakyat untuk memilih dan untuk dipilih," kata AHY.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar