Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

AHY Berpotensi Jadi Wakilnya Prabowo, Hanya Terhalang Ambisi Jokowi

AHY Berpotensi Jadi Wakilnya Prabowo, Hanya Terhalang Ambisi Jokowi Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dinilai masih memiliki peluang untuk masuk dalam konfigurasi dari Pilpres 2029. Ia bahkan bisa termasuk sebagai calon wakil presiden yang mendampingi Presiden Prabowo Subianto.

Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti melihat hal itu bisa terjadi, namun terdapat satu dinamika politik yang berpotensi memengaruhi peluang tersebut, yakni manuver dari Joko Widodo (Jokowi) dan Gibran Rakabuming Raka.

Baca Juga: Jokowi Adalah Sasaran Sebenarnya Pidato AHY: Dia Mengingatkan bahwa Ada Kata Cukup dalam Kekuasaan

AHY menurutnya merupakan salah satu figur yang berpotensi diperhitungkan dalam bursa Pilpres 2029. Salah satu skenario yang menurutnya mungkin terjadi adalah Prabowo-AHY.

Di sisi lain, peluang tersebut dapat berhadapan dengan kepentingan politik Jokowi. Menurut Ray, Jokowi berpotensi menginginkan kembali manjunya Gibran.

Dalam konteks inilah ia menghubungkan pidato AHY. Menurutnya, pidato baru-baru ini tentang batas kekuasaan merupakan sinyal untuk Jokowi.

“Bahasa moral soal kekuasaan bukan punya seseorang dan bukan selamanya dari dia tentu ada kaitan dengan kontestasi menuju 2029,” kata Ray, dikutip Rabu (9/9/2026).

AHY sendiri cukup menarik dalam peta politik 2029. Sebagai Ketua Umum Partai Demokrat, ia memiliki posisi politik yang memungkinkan namanya diperhitungkan dalam pembentukan koalisi maupun pasangan calon.

Namun, skenario tersebut bukan satu-satunya kemungkinan. Jokowi juga berpotensi memainkan peran dalam menentukan konfigurasi politik yang akan terbentuk. Apalagi Gibran memiliki tingkat elektabilitas yang dinilai kompetitif.

Adapun Pengamat Politik Hendri Satrio menilai ada banyak rencana yang disiapkan oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Pilpres 2029. Menurutnya, mantan presiden itu masih memiliki sejumlah kemungkinan strategi politik untuk masa depan putranya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Menurut Hendri, Jokowi bukan tipe politisi yang hanya menyiapkan satu skenario. Meski Prabowo-Gibran saat ini menjadi konfigurasi politik yang paling mudah dibayangkan, berbagai alternatif menuju pilpres mendatang tetap terbuka.

“Saya rasa juga dia itu kan selalu punya banyak rencana. Enggak pernah dia punya satu rencana,” kata Hendri.

Diketahui, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengingatkan para pemegang kekuasaan bahwa jabatan politik bukanlah sesuatu yang dapat dimiliki selamanya. Menurutnya, kekuasaan merupakan amanah yang diberikan rakyat dan memiliki batas waktu.

AHY menekankan bahwa prinsip tersebut harus menjadi pijakan dalam menjaga demokrasi Indonesia. Karena kekuasaan berasal dari rakyat, hak masyarakat untuk menentukan siapa yang dipilih maupun mencalonkan diri tidak boleh dihalangi.

Baca Juga: Roy Suryo Ungkap 'Kelucuan' Praperadilan Kasus Ijazah Jokowi: Minggu Lalu, di Ruang Sidang Lain...

"Kekuasaan bukan milik seseorang untuk selamanya, kekuasaan adalah amanah rakyat yang memiliki batas waktu. Jangan dihalang-halangi hak rakyat untuk memilih dan untuk dipilih," kata AHY.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar