Kredit Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah dan ditutup melemah pada perdagangan Kamis (10/9/2026). IHSG sempat bergerak di zona hijau pada awal perdagangan, sebelum akhirnya berakhir di zona merah.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup di level 6.589,20, turun 88,86 poin atau 1,33% dari posisi penutupan sebelumnya di level 6.678,20.
Tekanan pasar tercermin dari dominasi saham yang melemah. Sebanyak 516 saham berakhir di zona merah, sementara hanya 150 saham menguat dan 127 saham lainnya stagnan.
Aktivitas perdagangan berlangsung cukup ramai. Volume transaksi mencapai sekitar 50,05 miliar saham dengan nilai transaksi Rp21,52 triliun. Adapun frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 2,67 juta kali.
IHSG Bergerak Terbatas Sepanjang Hari
Berdasarkan riset hari Phintraco Sekuritas, IHSG diperkirakan bergerak terbatas pada perdagangan Kamis (10/9/2026). Pelaku pasar masih mencermati sejumlah sentimen global dan domestik yang berpotensi menahan laju indeks.
IHSG diproyeksikan bergerak sideways di kisaran level 6.600-6.700.
"Dari pasar global, indeks-indeks utama Wall Street ditutup melemah pada Rabu (9/9/2026), seiring kenaikan harga minyak mentah dan imbal hasil (yield) US Treasury," tulis Phintraco Sekuritas.
Harga minyak mentah menguat lebih dari 3% pada perdagangan Rabu. Sementara itu, yield US Treasury tenor 10 tahun naik 4 basis poin menjadi 4,845%.
Sentimen pasar juga akan dipengaruhi oleh sejumlah data ekonomi Amerika Serikat. Data Producer Price Index (PPI) AS untuk Agustus 2026 diperkirakan menunjukkan inflasi sebesar 5,3% secara tahunan (YoY).
Dari Eropa, European Central Bank (ECB) diperkirakan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Kamis (10/9/2026). Kebijakan tersebut menjadi salah satu faktor yang turut dicermati investor global.
Sementara dari dalam negeri, sejumlah indikator ekonomi menunjukkan perkembangan positif. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia naik menjadi 118,5 pada Agustus 2026 dari 116,8 pada bulan sebelumnya.
Penjualan mobil nasional juga meningkat 32,4% YoY pada Agustus 2026. Penjualan sepeda motor turut mencatat pertumbuhan sebesar 3,18% YoY pada periode yang sama.
Baca Juga: IHSG Naik 0,15% ke 6.688, 280 Saham Menguat
Baca Juga: Investor Asing Cabut Rp1,31 Triliun dari BEI, ANTM dan CUAN Justru Diborong
Baca Juga: BEI Setop Perdagangan Saham LCKM di Seluruh Pasar, Ada Apa?
Namun, investor masih akan mencermati data penjualan ritel Indonesia yang diperkirakan turun 3,3% YoY pada Juli 2026.
"Di sisi lain, harga emas spot menguat 1,5% menjadi US$4.418 per troy ounce pada penutupan perdagangan Rabu," ujar Phintraco Sekuritas.
Dengan berbagai sentimen tersebut, IHSG diperkirakan masih akan bergerak dalam rentang terbatas pada perdagangan hari ini.
Untuk perdagangan hari ini, sejumlah saham yang menjadi pilihan utama atau top picks antara lain EMAS, DSSA, ANTM, ADMR, dan ELSA.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: