Kredit Foto: MUTU
PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU International) memperkuat penerapan Governance, Risk Management, and Compliance (GRC) dengan mengintegrasikan manajemen risiko, kepatuhan, audit, ESG, dan pemanfaatan teknologi ke dalam strategi bisnis perusahaan.
Penguatan tata kelola tersebut dilakukan seiring dengan pertumbuhan bisnis perseroan. Berdasarkan data kinerja 2023–2025, pendapatan MUTU International meningkat dari Rp286,709 miliar pada 2023 menjadi Rp308,840 miliar pada 2024 dan Rp331,483 miliar pada 2025.
Dengan demikian, pendapatan perseroan tumbuh sekitar 15,6% dalam dua tahun. Sementara itu, laba tahun berjalan tercatat Rp30,956 miliar pada 2023, Rp24,114 miliar pada 2024, dan Rp24,210 miliar pada 2025.
Vice President Corporate Communication & Investor Relations MUTU International Adam Isa mengatakan GRC ditempatkan sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk menjaga kualitas layanan, mengelola risiko, dan mempertahankan kepercayaan investor.
“Bagi kami, GRC bukan sekadar pemenuhan regulasi, tetapi merupakan bagian dari cara perusahaan menjaga kualitas layanan, mengelola risiko secara prudent, serta membangun dan mempertahankan kepercayaan investor dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Adam.
Kerangka GRC MUTU International mencakup formulasi strategi, identifikasi dan penilaian risiko, eksekusi, hingga assurance. Sejumlah risiko utama yang dipetakan perseroan meliputi perubahan kebijakan dan regulasi industri, perizinan dan akreditasi, persaingan dan inovasi, tuntutan hukum, sumber daya manusia, fraud, serta keamanan siber.
Pada aspek kepatuhan dan integritas, perseroan menerapkan regulatory mapping, compliance monitoring, ethics and anti-bribery, serta whistleblowing system (WBS). MUTU International juga menerapkan Sistem Manajemen Anti-Penyuapan ISO 37001, pakta integritas, dan mekanisme penilaian conflict of interest dalam penugasan.
Sebagai perusahaan Testing, Inspection and Certification (TIC), kualitas dan independensi menjadi bagian penting dalam operasional perseroan. Sistem pengendalian dan assurance diperkuat melalui kolaborasi Satuan Pengawasan Internal, fungsi penjaminan mutu, dan Corporate Secretary.
MUTU International juga mengintegrasikan aspek Environmental, Social and Governance (ESG) ke dalam Enterprise Risk Management (ERM). Risiko ESG dimasukkan dalam ERM Register, termasuk risiko perubahan iklim dan regulasi, risiko reputasi terkait greenwashing, serta risiko keberlanjutan rantai pasok dan portofolio bisnis.
Penguatan ESG juga mendukung pengembangan bisnis perseroan di sektor keberlanjutan. MUTU International menyediakan layanan sertifikasi dan verifikasi terkait emisi karbon, ISO 14064, ISO 14065, serta layanan yang berkaitan dengan perdagangan karbon.
“Ke depan, kami melihat GRC dan sustainability akan semakin menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pertumbuhan perusahaan,” kata Adam.
Sebagai perusahaan terbuka sejak 2023, MUTU International juga terus memperkuat kepatuhan terhadap ketentuan pasar modal dan keterbukaan informasi. Dalam materi pemaparan GRC, perseroan menyampaikan belum menerima sanksi atau denda dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maupun Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait kepatuhan sejak menjadi emiten.
Penguatan tata kelola tersebut turut mengantarkan MUTU International meraih TOP GRC Awards 2026 dengan predikat #STAR4. Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas penerapan GRC yang diintegrasikan dengan strategi dan operasional bisnis perseroan.
Baca Juga: SIG Tekan Emisi, Kurangi Batu Bara 467 Ribu Ton, Diganjar ESG Award 2026
Baca Juga: Terapkan 100% Portofolio Berbasis ESG, AUM Investasi AXA Mandiri Tumbuh Jadi Rp15 Triliun
Selain penghargaan untuk perusahaan, Presiden Direktur MUTU International Arifin Lambaga meraih The Most Committed GRC Leader 2026.
Adam mengatakan penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi perseroan untuk mempertahankan kualitas tata kelola seiring dengan pertumbuhan bisnis.
“Kepercayaan investor pada akhirnya lahir dari konsistensi. Karena itu, kami ingin memastikan bahwa setiap pertumbuhan bisnis MUTU International selalu berjalan beriringan dengan kualitas governance, pengendalian risiko, kepatuhan, dan keterbukaan informasi,” ujarnya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: